Wednesday, December 29, 2010

Asing Yang Mempersatukan Kita

Catatan Khusus Tim Nasional Indonesia, AFF 2010

Hadeh....
Judulnya nyleneh buanget. Hehe....
Yaa...mending lah. Daripada blog gw nggak keisi-isi, ya mending gw isi sama hal-hal yang nyleneh. :D
Bingung juga dari bulan kemaren kok produktivitas tulisan menurun drastis. Ahaha....apakah ini yang dinamakan cinta? Males makan, males minum, males nulis, maunya males-malesan. Hadeh....kok rada nggak nyambung yaa?
Okelah, daripada kebanyakan cong cing, mending dilanjut aja ke inti permasalahan. Lah? Emang ada masalah? Beh...
Karena masih ada aura dan euforia nasionalisme sepakbola, jadi kali ini gw mau bikin postingan yang ada hubungannya sama timnas. Jieh....
Semoga aja admin @infosupporter sama admin-admin majalah bola nggak tersungging. Soalnya jatah penulisan rubrik bola mereka udah gw ambil. Hehe...tenang aja om om dan tante-tante, tulisan saya tidak 100% tentang bola kok. Hanya berniat untuk menghibur. Nggak ada duit masuk pula. Oops....
Oke...
Kenapa judul posting gw ada kata Asing-nya?
Hm...
coba perhatikan orang-orang yang belakangan ini berperan besar membawa ribuan bahkan jutaan bangsa Indonesia menatap ke stadion Gelora Bung Karno. 
Nggak bakalan keliru kalo kita harus berterima kasih sama Opa yang ini,.
Yap! Om Riedl, pria berkebangsaan Austria yang jadi pelatih Tim Nasional Indonesia. Orang asing yang bener-bener punya prinsip kokoh walau digoyang sama pantat-pantat pengurus PSSI. hadeh....
O iya. Kebanyakan orang sering bilang kalo om ini judes. Alias jarang senyum. Termasuk kalo timnas Indonesia cetak Gol. Hm...
Sebenernya itu ada alasan kuatnya. Kenapa?
Gini, pas jaman Om Riedl masih jadi pelatih Timnas Vietnam, dia kena penyakit jantung parah. Yaa...bisa dibilang udah nyampe koma. Dan saat itu, jutaan rakyat Vietnam yang jadi pendukung timnas-nya berlomba-lomba pengen nyumbangin jantungnya mereka buat om riedl. Walhasil, nyampe sekarang dia bisa tetep jadi pelatih, dan bisa diidolakan di Indonesia. Jadi, dengan kata lain, Om Riedl masih punya utang budi sama berbagai macam suporter di negara-negara yang dilatihnya. Termasuk setelah dia ngelatih di Laos. Maka dari itu, waktu Indonesia mbantai laos 6 gol, Om Riedl mukanya polos banget pas ada gol.
Yap! Itulah orang yang merasa berhutang budi, dan tau diri. 

Nah, terus juga sama awak-awak ganteng dari negeri seberang yang ini nih,

Lanjut, awak yang ini. Bangsa yang emang usil banget sama negeri kita. Bangsa yang sering berseberangan dengan kita di dunia maya, dan dunia nyata. bangsa yang yaa....kalo disebutin satu satu bakalan panjang.
Terlepas dari semua itu, bangsa yang masih serumpun sama kita ini mau nggak mau harus diakui telah menjadi salah satu elemen yang bisa membuktikan bahwa ternyata rakyat indonesia masih punya rasa nasionalisme. 
Buktinya?
Pas Timnas Indonesia "dianiaya" di luar kandang, banyak orang indonesia yang nggak terima. Yaa....walau kita nggak tau nggak terimanya itu karena nasionalisme, atau cuma karena cari muka. Biasa lah. Orang indonesia kan suka cari muka. Apalagi kalo udah di depan TV. Maunya yang keliatan cuma baik-baiknya aja.
Lah? Jadi ngelantur...
Hoho...
Itu baru dua asing. masih banyak asing-asing yang berperan banyak buat menguji nasionalisme bangsa Indonesia, dan membuktikan bahwa Bangsa Indonesia itu "Bhineka Tunggal Ika".
Lanjut?
Oke...
Buat masalah kekalahan timnas, padahal timnas punya peluang besar buat jadi juara.
Jih...
Kalo buat gw, juara itu nggak penting. Karena euforianya paling sehari dua hari. Itu juga kalo di media nggak ada berita yang lebih anget lagi buat dikorek.
Nggak penting Indonesia juara AFF Cup. Apalagi kalo liat kepengurusan dan sistem manajemen yang ada di dalam tim nasional. Tim nasionalnya sih oke-oke aja. Tapi manajemennya itu? PSSI?
Coba bayangin kalo timnas juara AFF. Hm...di satu sisi ada nilai kebanggaan dari bangsa Indonesia. Tapi, di sisi lain?
Bisa jadi itu dijadikan senjata buat para antek-antek Nurdin Halid dan kroni-kroninya, buat bisa bertahan di PSSI. Dari sejuta kegagalan, Juara AFF bisa dijadikan alasan kenapa mereka bisa bertahan dan melanjutkan kepengurusan PSSI. 
Jih...
Mana ada timnas yang setelah lolos final, terus diajak jamuan makan ke para politisi, kunjungan sana sini, sampe istighosa di pesantren yang dibiayai sama orang partai. CUMA DI INDONESIA.
Mana ada timnas yang pas berangkat ke final, keberangkatannya bermasalah, gara-gara ada salah satu orang terkaya yang katanya mau meminjamkan pesawatnya. dan di pesawat? Isinya nggak cuma orang timnas, tapi juga ada buntut2 media, pengurus yang nggak penting, dan sampah-sampah lainnya. CUMA DI INDONESIA.
Mana ada timnas yang pas lagi masuk ke dalam ruang ganti pemain, tiba-tiba ada pengurus asosiasi sepakbola bersama menteri-menteri dan para politisinya ikutan masuk, terus bikin urusan yang nggak jelas? Padahal ruang ganti pemain harusnya dikuasai sama pelatih kepala. YAP! LAGI LAGI CUMA DI INDONESIA.
Jadi, kalo timnas indonesia gagal juara, pastinya yang harus disalahkan nggak lain dan nggak bukan adalah kepala-kelapa dan kroni-kroni yang punya wewenang manajemen timnas.
Terus?
Yaa....mau gimana lagi. Orang indonesia sebenarnya udah pada pinter. Bisa membedakan mana yang baik dan benar. Ibarat kata, dari 240 juta penduduk di Indonesia, 200 jutanya udah pinter. Tapi, 40 jutanya itu? Itulah 40 juta yang jadi penguasa. Walau negara ini negara demokrasi, tapi apa mau dikata, masih ada hukum rimba di negara ini. Yang punya modal yang bisa mengendalikan sistem.
Ops...
Cukup sampe disini. Daripada gw keceplosan banyak. Ntar bisa-bisa gw kalo keluar rumah ngga aman. hahaha....
Dan buat yang terakhir, inspirasi.
Yap! Inspirasi dari kata-kata kecil para punggawa timnas, mungkin bisa jadi penutup tulisan ini....
Apa aja?
Neeh...
Kita bisa lht tawa pedegang asongan n pemimpin kita bersama-sama d gbk...ini namanya satu bangsa..aku rindu persaudaraan d gbk..
Kalo itu yang pertama dari Om Arif Suyono....The Supersub, yang tiap jadi pemain pengganti langsung punya peranan besar di gol-gol timnas pas piala AFF.

“Memang tidak semua pertempuran dapat kami menangkan, dan juga tidak setiap saat kami mampu memberikan kebanggaan bagi negara ini. Akan tetapi setidaknya, kami adalah anak-anak bangsa yg berjuang dengan tulus ihklas dan sepenuh hati untuk mengharumkan nama tanah tumpah darah yg kami cintai”

Ini yang kedua dari Om Bambang Pamungkas, manusia terlama yang ada di TimNasional. Masuk timnas dari umur 19 tahun.

​-الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين masi bisa menikmati ciptaanmu.. Harus semangat buat hari ni بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Kalo yang ketiga itu dari Abang Yongki Ariwibowo, pemain timnas masa depan. Yaa...bisa jadi kalo Om Bambang udah nggak jadi pemain, yang nggantiin si Abang ini.

Jangan pernah meragukanya karna dia selalu ada untuk hambanya...23
Nah, kalo yang ini dari Bos Hamka Hamzah. Pemain paling nakal di timnas. Sering bolos latihan, sering bla bla bla...tapi pas dibawah asuhan Opa Riedl, dia jadi pemain yang disiplin pas jaga lini belakang.

Yes i can sing the Indonesian national anthem!! And im proud that i could sing it yesterday
Kalo yang ini, dari Akang Irfan Bachdim, pemain naturalisasi yang gede di Belanda. Walau dia baru beberapa tahun nginep di Indonesia, tapi Nasionalismenya gw yakin lebih besar dibanding nasionalisme para politisi busuk di Indonesia.

Sebuah tamparan dr Alloh untuk kta semua bahwa kta blm juara blm apa2 tp sdah byk yg takaburrr.......!!!
Aha...kalo yang ini dari Ahmad Bustomi. Pemain yang sebelumnya nggak pernah dikenal, terus tiba-tiba pas dilatih sama Opa Riedl, namanya muncul di sebelah Firman Utina. Bakat terpendam yang hampir tak terlihat karena pelatih sebelum Riedl terbutakan oleh intervensi petinggi PSSI yang sampah.

Oke...ini buat yang terakhir....
AFF 2010 lepas...
Tapi masih ada AFF selanjutnya, masih ada Asian Cup, masih ada World Cup, dan masih ada Cup-cup yang lain.
Semuanya bisa didapet...
Kalo....
Segala hal yang berhubungan dengan Timnas dapat dijalankan secara sempurna, penuh sportifitas, tanpa ada hal-hal lain yang sebenernya sampah, tapi tetep dijadikan alasan.
Gelora Bung Karno bakalan selalu merah kayak Gini....



Dan Garuda Akan selalu tetap di dadaku...
:)
Regards, Yhamizhak A

1 ocehan:

akmalabudimanmaulana said...

yah...gw tetap bangga dgn Timnas. Garuda tetap didada

 

LostPhobia - Cerita Mahasiswa Dewasa Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger