Wednesday, March 31, 2010

Belajar Dari Kekalahan Sebuah Tim

Dalam sebuah pembelajaran, semuanya tidak harus diawali dengan teori, terlebih, jika setelah teori diberikan, belum tentu aplikasi mengenai teori itu benar.
Pembelajaran bisa datang dari berbagai hal. Termasuk sebuah kekalahan. kalah dalam berkompetisi, bukan berarti kalah dalam segalanya. Untuk belajar menjadi lebih baik, kekalahan mungkin bisa menjadi sebuah ilmu yang sangat mahal, dan tidak semua orang bisa mendapatkannya. Kalah bukan berarti hancur, tetapi justru bisa membentuk mental untuk menjadi seorang pemenang di masa yang akan datang.

Dalam sebuah permainan, seperti sepakbola misalnya. Tidak ada tim kuat manapun yang bisa menang sempurna ketika sekali bermain. Perlu proses untuk dapat mengerti permainan, dan dapat menyatukan skill individu yang dimiliki masing-masing pemain, agar bisa menjadi satu kesatuan dan membentuk permainan sepakbola yang indah.
Pembelajaran dari kekalahan sebuah tim sepakbola bisa menjadi ide dasar untuk belajar menjadi lebih baik. Belajar dari sebuah kekalahan dalam pertandingan, bukan berarti menyesali segala kesalahan yang bisa menimbulkan kekalahan. Justru sebaliknya, belajar dari kekalahan akan membentuk sikap mental yang bisa membuat tim lebih kokoh, dan bisa mengerti satu sama lain.
Terlebih, tim sepakbola itu baru. baru mengikuti sebuah kompetisi perdana, dengan persiapan yang singkat. tentu kekalahan bisa menjadi pembelajaran yang sangat berharga, untuk menjadi tim kuat yang bisa memenangkan berbagai kejuaraan nantinya.


Dedicated to Bakrie University Football Team


Tuesday, March 30, 2010

Awal yang Melelahkan (baru nemu di dokumen lawas Jaman SMA)

Jika suatu hari nanti matahari akan terbit dari sebelah barat, mungkin hanya satu yang bisa dikatakan. Itulah tanda-tanda kiamat. Sebuah kejadian yang akan mengakhiri segalanya, dan tak akan ada yang bisa menghentikan, kecuali Sang Pencipta, yang telah mengatur segalanya, mulai dari elektron-elektron di alam semesta, molekul yang berhamburan hampir setiap saat di dalam dan di luar bumi, sampai puluhan, ratusan, atau bahkan jutaan galaksi yang sampai kini belum bisa dipastikan berapa jumlah kongkritnya.

Namun, jika suatu hari nanti sebuah goresan pena datang. Goresan pena itu dengan jelas menggambarkan sebuah keadaan gawat darurat yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Goresan pena dengan tinta merah. Sebuah surat cinta yang tak ingin didapatkan oleh siswa manapun. Walau masih lugu dan merasa tidak pernah melakukan suatu kesalahan dan kenistaan, aku pun tak pernah mengharapkan, bahkan bermimpi untuk menemukan surat cinta dengan goresan tinta merah itu di dalam kertas ulanganku.
“Gaza Arrahman” Suara itu dengan lantang, jelas, dan tegas mengalahkan dinginnya Air Conditioner yang terpasang di dalam kelasku. Suara itu terdengar di telingaku, dan seketika bulu kudukku merinding. Jantungku berdebar kencang melebihi kencangnya revolusi bumi terhadap matahari sebagai pusat tata surya, itu mungkin. Tapi yang jelas, tidak ada kata-kata yang dapat menggambarkan keadaan di dalam diriku, sesaat setelah namaku dipanggil untuk menerima hasil ulangan kimia pertama kalinya di semester pertama kelas sepuluh SMA.
“Ya Pak!” Sahutku dengan berat sekali, semua sel-sel di dalam tubuhku seakan enggan untuk bergerak. Segala perasaan yang menyelimuti pikiranku adalah perasaan bermuatan negatif. Mulai dari perasaan mendapatkan nilai pas-pasan tanpa harus menjalani ritual remidial yang membosankan, nilai di bawah garis kemiskinan dan artinya aku harus menjalani ritual konyol remidi yang diadakan sekolah setiap kali ada siswa yang mendapatkan nilai di bawah batas tuntas saat ulangan, sampai perasaan....hfff, aku tidak mungkin mendapatkan nilai sedikitpun alias nol karena semua jawabanku di dalam ulangan salah.
Dengan langkah gontai, dan penuh ketidak berdayaan, kakiku mulai berjalan dari bangku paling belakang di kelas menuju ke depan kelas, tempat Pak Yayat, guru kimia senior di SMA ku. Beliau sudah siap memberikan segalanya. Mulai dari memberikan nilai hasil ulangan kimia milikku, sampai memberikan sedikit,....atau banyak pencerahan bagi semua siswa agar dapat memperbaiki nilai dan tidak memalukan guru kimia itu saat ulangan blok bersama akhir semester berlangsung.
Mataku tak sanggup untuk menatap lembar jawab hasil ulangan kimiaku yang sudah diserahkan oleh Pak Yayat dan diletakkan di atas mejanya. Melirikpun hampir tak sanggup. Mataku serasa kram jika harus melihat nilai itu. Padahal, belum tentu hasil negatif yang kudapatkan. Masih ada kemungkinan aku mendapatkan nilai bagus, walau perbandingannya 1:10000...0 dengan kemungkinan mendapat nilai jelek.
“Hm...lumayan!” Kata Pak Yayat begitu aku sudah sampai di sampingnya. Walau aku belum mengambil lembar jawab yang sudah tergeletak di atas meja beliau sejak beberapa detik yang lalu, namun bisikan berhawa positif dari guru kimia itu seakan merubah segalanya yang ada di dalam diriku.
“JREEENGGG!!!” Seakan semua sel di dalam tubuhku yang beberapa menit tadi serasa mengantuk dan menjerit ingin tidur saja di belakang kelas, kini mereka secara induktif, mulai dari telingaku yang pertama kali mendengar kata “Lumayan”, menjalar ke saraf sensorikku, lalu menuju ke tulang belakang. Seperti sebuah rangsangan yang bersifat reflektif, perkataan Pak Yayat yang sebenarnya tak sengaja itu telah membuat aku berpikiran positif, walau otakku belum sempat berpikir, berapa nilai yang disebut “Lumayan” oleh sang profesor kimia ini.
Mataku dengan sigap kini menatap lembar jawab yang ada di atas meja kerja Pak Yayat. Seperti manusia kelaparan yang sembilan hari sembilan malam tidak makan apa-apa, tanganku dengan sigap meraih lembar jawab yang diletakkan terbalik di atas meja. Pintar sekali guru ini. Seperti sudah biasa dan memiliki tata krama saat membagikan nilai ulangan kepada siswanya. Sampai-sampai privasi seorang siswa pun dijaga. Itu dilakukan dengan membalik lembar jawab yang sudah dibubuhi goresan pena merah dengan nilai yang dirahasiakan. Hanya guru itu dan pemilik lembar jawaban yang pertama kali harus tahu. Urusan kemudian, diserahkan sepenuhnya kepada pemilik lembar jawab. Mau dipajang di kamar, disebarluaskan kepada teman-temannya, atau dihancurleburkan sampai tidak menyerupai lembar jawab, itu sudah menjadi hak pemilik resmi lembar jawab.
“Greeek!” Seakan seperti terkena osteoporosis kilat, semua tulang-tulangku tak bisa digerakkan. Mulai dari tangan kananku yang mengambil lembar jawab, lalu menjalar ke mataku, dan menyebar ke seluruh tulang-tulangku. Semuanya membatu.
Harapan indah dengan hawa positif karena kata “Lumayan”, semua sirna. Hanya nilai 64. Itu yang dibilang lumayan. Memang guru yang bijaksana. Pandai meningkatkan motivasi siswa yang diketahui sudah merasa lesu dan lemah lunglai saat mendengar hasil ulangan kimia akan dibagikan.
***
Sore yang panas. Tiada ampun bagi kulit-kulit manusia. Entah itu hitam, putih, kuning, sawo matang, corak arab, corak negro, ataupun corak zebra. Serangan dari sinar ulraviolet yang menumpang radiasi sinar matahari seakan menyerang bertubi-tubi. Bisa diidentikkan dengan agresi militer yang dilakukan oleh pemerintahan kolonial Belanda. Yang pada saat itu memboncengi pasukan pembela kedamaian yang akan menuju ke Indonesia. Dan pasukan pembonceng itu secara bertubi-tubi menyerang Indonesia seperti tiada ampun. Mungkin ingin mengenang kejayaan masa lampau saat tiga setengah abad menguasai Nusantara yang gemah ripah loh jinawi ini.
Kesamaan antara agresi militer Belanda dengan serangan sinar Ultraviolet terhadap kulit itu terlebih lagi terasa, saat sore hari, dijemur di lapangan sekolah. Sesuatu yang mungkin bisa dikatakan sebuah pengorbanan. Demi mendapatkan penghormatan. Walau penghormatan itu abstrak. Tetapi dapat membayar segala cucuran peluh keringat yang sebesar biji jagung Bangkok yang tak henti-hentinya keluar menanggapi serangan panasnya radiasi sinar matahari yang diboncengi sinar Ultraviolet yang bisa menggosongkan kulit. Hhh....padahal kulitku sudah gosong.
“Adik-adik, ini hari terakhir kalian melaksanakan seleksi pasukan pengibaran dan pasukan utusan sekolah angkatan siswa baru.” Kata salah seorang senior wanita di dalam organisasi pasukan bendera sekolah atau biasa disebut PasRAh.
“Hff....maaf kakakku yang cantik jelita tiada tara dan tak terbandingkan dengan kecantikan ratu Balqis (maksudnya cantikan ratu Balqis)! Saya rasa amanat kakak yang seperti itu sudah pernah terekam di telinga saya dalam beberapa hari belakangan ini. Apakah kakak sudah lupa ingatan? Atau saya yang sudah lupa ingatan yaa?” Andai saja aku boleh mengatakan sesuatu, mungkin itu tanggapanku secara lisan setelah sang senior itu memberikan amanat di sore yang panas itu.
Namun sayangnya, lagi-lagi aku harus berandai-andai karena terhambat oleh peraturan yang sudah diterapkan dan secara aklamasi sudah disetujui oleh semua calon peserta anggota PasRAh. Peraturannya adalah setiap peserta harus mentaati apa yang dikatakan oleh senior. Dan jika senior berkata, ataupun bertanya, maka jawaban harus diawali dengan kata-kata “SIAP IYA” atau “SIAP TIDAK”. Dengan peraturan itu, secara otomatis aku hanya bisa bergumam di dalam hati, dan perkataanku macet di ujung bibir. Logikanya, dalam teori bahasa Indonesia yang baik dan benar, peraturan yang mewajibkan jawaban diawali dengan “SIAP TIDAK” atau “SIAP IYA” itu sudah merupakan jawaban berupa kalimat berita. Maka, jika perkataan yang macet di dalam ujung bibirku itu digunakan sebagai kelanjutan perkataan yang menjadi awalan, maka akan menjadi sebuah kerancuan. Mungkin.
Hm....yang jelas, satu hal yang menjadi ambisiku mengikuti kegiatan PasRAh ini.
“Siap Ya! Saya ingin menjadi pasukan yang berbudi pekerti luhur, melatih kedisiplinan, dan mengharumkan nama sekolah!” Itu jawabanku saat seorang senior bertanya kepada setiap peserta seleksi PasRAh pada hari pertama.
Hari ini adalah hari ketiga seleksi PasRAh. Dan seperti hari-hari sebelumnya, mungkin sudah menjadi ritual dari tahun ke tahun, setiap awal seleksi pasti semuanya harus baris. Walah! Ya iya lah! Masa suruh bubar sendiri-sendiri? Namanya juga pasukan!
Em, maksudnya, ritual yang kumaksudkan adalah setiap awal latihan, pasti ada saja senior yang mengatakan bahwa ini adalah seleksi hari terakhir, dan akan menentukan apakah peserta seleksi dapat lolos atau tidak. Tapi kenyataannya, ritual tetaplah ritual. Setiap hari dibudayakan. Mungkin agar tidak punah. Dan mungkin benar, di setiap hal pasti ada hikmahnya. Seperti ritual ini. Walaupun perkataan itu tidak begitu kusuka, tetapi dapat membangkitkan gairah positif yang ada di dalam diriku. Aku selalu berjanji di dalam diriku, akan melakukan yang terbaik untuk mendapatkan posisi terbaik pula di dalam seleksi ini. Hyah...itu doaku.
Satu jam, dua jam, dan tiga jam. Akhirnya, semua sesi seleksi hari ketiga ini sudah kujalani. Mulai dari berkumpul, uji ketangkasan berbaris, ujian fisik dengan berlari keliling sampai ngos-ngosan, sampai ujian kesabaran.
Satu sesi ujian yang paling membekas di benakku dalam tiga haru waktu seleksi yang sudah kujalani. Yaitu sesi ujian terakhir di setiap hari. Sebuah sesi yang sama, yang baru sekali kutemui, saat aku mengikuti seleksi organisasi ini. Yaitu sesi yang kuberi nama sendiri sebagai sesi kesabaran. Mungkin senior memberi nama lain, tetapi aku tak tahu, karena mereka tidak pernah memberi tahu kepadaku apa yang mereka lakukan saat sesi terakhir itu.
Sesi ujian kesabaran diawali dengan perintah berbaris dari senior kepada calon anggota. Lalu semua calon anggota itu diperintahkan untuk melakukan sikap siap. Sikap siap itu sendiri didefinisikan sebagai sikap dimana semua bagian tubuh tegap. Dada membusung. Pandangan rata-rata air. Tangan mengepal seperti sedang memeras santan. Lalu, telapak kaki melebar selebar dua kali kepalan tangan. Kalau tidak salah, itu teorinya.
Setelah melakukan sikap siap, seperti biasanya, semua peserta seleksi diharuskan memejamkan mata. Aku tak tahu apa yang harus kukomentari dengan perintah itu. Tapi, ada satu hal yang kutakutkan dari perintah itu, perintah melakukan sikap siap sambil memejamkan mata. Yang kutakutkan dari perintah itu adalah efek samping yang bisa dibuat. Aku takut, setelah tiga hari melakukan itu, maka akan berakibat fatal saat aku sedang tidur. Aku takut kalau-kalau aku bisa terkena penyakit tidur sambil berdiri. Bayangkan saja! Dalam keadaan capek karena seleksi fisik, lalu disuruh sikap siap dengan mata terpejam. Aku kira, mungkin sang senior yang selalu memerintahkan hal ini tidak memperkirakan kalau penyakit dapat datang dari mana saja dan kapan saja. Termasuk penyakit tidur sambil berdiri.
“Jangan ada yang bergerak!” Kata seorang senior, mungkin pria. Aku tak tahu jenis kelaminnya dan hanya dapat menebak-nebak siapa yang berbicara karena mataku sudah terpejam.
“Awas ya! Kalau ada yang buka mata! Obeng siap mencongkel mata kalian!” Aku tahu suara itu pasti sedang mencoba melawak di tengah ketegangan dan kengantukan yang sedang menyelimuti di sore yang panas itu.
“Wuszzzz.....” Suara hembusan angin mengikuti seseorang yang kurasakan baru saja melangkah di depanku. Dan hm....aku tahu. Pasti orang yang baru saja lewat di hadapanku tadi adalah seorang wanita yang cukup fashionable, selalu memperhatikan penampilan, dan mungkin memiliki sikap yang lemah lembut. Aku tahu karena parfum yang ia kenakan.
Hm...iya! Aku ingat sekali. Hembusan angin yang mengikuti langkah wanita di hadapanku ini. Bau parfum yang ia kenakan persis seperti bau parfum yang kemarin kucium di sebuah pasar swalayan. Kalau tidak salah, aku mencium bau parfum yang kemarin sempat menjadi barang diskon 80% di pasar swalayan itu. Dan aku tahu sifat-sifat pemakai parfum itu karena pada saat itu aku mendengar seorang SPG sedang merayu seorang tante-tante setengah baya yang terjebak oleh rayuan untuk membeli parfum jenis itu.
“Coba saja mbak! Pasti nggak rugi. Pemakai parfum ini akan menunjukkan kesan wanita yang fashionable, terus juga mbak akan dianggap selalu memperhatikan penampilan karena parfum ini.” Jelas SPG itu dengan nada merayu, seperti yang ia dapatkan dari penataran SPG sebelumnya. Mungkin.
“Tidak hanya itu mbak, dari bau parfum ini, mbak akan menunjukkan kalau mbak adalah seorang wanita yang lembut.” Lanjut SPG itu, melihat reaksi tante-tante yang sedang dirayunya mulai terperangkap. Tante-tante itu mencoba menyemprotkan bau parfum yang seketika menyebar ke daerah sekitar tempat obral itu. Dan hidungku pun ikut mencicipi bau parfum itu.
“Hhhh......! Bau yang aneh. Lebih aneh dari bau NH3 yang pernah ditunjukkan oleh Pak Yayat saat memperkenalkan cairan kimia.” Pikirku. Dan tanpa pikir panjang, aku tak mau menjadi korban SPG itu untuk membeli parfum obralan.
Kembali ke seleksi PasRAh, yang pada hari itu, hari semakin sore, namun matahari masih enggan untuk turun, menyelami dalamnya lautan. Aku masih belum tahu ujian kesabaran ini sebenarnya untuk apa. Belum sempat aku menemukan apa tujuan ujian kesabaran itu, dari belakang, dua tangan yang mungkin kekar memegang pundakku.
“Hhhhahahhh” Aku terperanjat seketika, kaget, dan terbangun dari lamunan ilmiah tentang bau parfum dan tujuan dari ujian kesabaran.
“Ssssttt.....! Jangan berisik.” Kata pemilik tangan yang kekar itu. Namun, suaranya jelas sekali suara seorang wanita.
“Ayo ikut kakak....” Lanjut suara itu, sambil sedikit mengeluarkan tenaga untuk mendorongku dan membuatku melangkah dengan mata terpejam menuju tempat yang belum kuketahui.
Beberapa langkah aku dituntun oleh tangan kakak pemilik bau parfum yang aneh tadi. Kurasakan, ada beberapa orang yang berada di sekitarku. Bisa jadi, seperti kemarin, semua peserta dipisahkan menurut kriteria tertentu. Semuanya dipisah menjadi tiga bagian. Pada hari pertama, aku dimasukkan ke dalam bagian A, yang katanya akan dikirim ke dalam seleksi yang tingkatnya lebih tinggi. Hari kedua, aku dimasukkan ke bagian B, yang katanya, akan dijadikan pasukan yang mengibarkan bendera pada hari penting di sekolah. Dan hari ini, aku tak tahu lagi akan dimasukkan ke bagian mana. Semoga saja akan menjadi pilihan terbaik untukku.
Beberapa lama memejamkan mata, rasa ngantuk yang mendera di dalam tubuhku ini serasa tak tertahankan. Terlebih lagi, hari ini aku telah melewati sebuah kelelahan yang tak terkira. Mulai dari pelajaran yang super melelahkan karena harus berpikir keras saat berada di dalam kelas. Bayangkan saja....! Jam pertama sudah harus berhadapan dengan matematika. Selanjutnya ada bahasa mandarin. Setelah itu Sosiologi. Dan jam terakhir, harus menghadapi rumus-rumus kimia yang baru kukenal beberapa minggu di SMA. Setelah itu, aku harus mengikuti seleksi PasRah yang menguras fisik. Padahal, kegiatan ini menurutku bukan kegiatan ekstrakurikuler yang menonjolkan fisik seperti eksrtakurikuler olah raga. Tapi nyatanya, aku harus menguras tenaga saat mengikuti seleksi untuk menjadi anggota PasRAh.
“Jleeepzzz!” Hentakan tangan mendarat di pundakku. Persis ketika rasa ngantukku hampir menuju klimaks.
“Jangan tidur!! Bisa gawat!” Kata suara seorang pria. Aku yakin suara itu adalah suara senior. Sudah tidak asing di telingaku. Hhha! Aku yakin, itu suara Mas Sony, kakak kelasku, yang sekaligus menjadi teman satu kostku. Aku sudah kenal dia sejak aku pertama kali masuk ke sekolah ini. Dan setiap hari, pasti kami selalu bertemu, karena kamar kostku bersebelahan dengan kamar kostnya.
Mendengar perkataan Mas Sony, spontan, rasa kantukku hilang. Terlebih hentakan tangan seniorku yang satu ini telah membuatku bisa menahan rasa ingin tidur sambil berdiri. Ya...walau rasa capekku masih belum bisa menghilang. Sungguh teramat sangat melelahkan hari itu. Tak bisa diukir dengan kata apapun. Selain, yah, capek.
020805



Monday, March 29, 2010

Cara Ngajak Putus Yang Nggak Biasa, Tanpa Melukai Hati

begini dah, kalo hasil obrolan yang bermanfaat, pasti bisa bisa dishare demi kemaslahatan umat. Termasuk hasil obrolan gue sama beberapa temen gue pas tadi lagi makan di UKM. Ditemani ayam goreng dan es lemon, kita memulai obrolan kita.
Tema obrolan kita kali ini tuh......homo. Eh, bukan masalah pengakuan kehomoan seseorang diantara kita. Tapi, cerita tentang hal yang berkaitan dengan homo. Yaa,,,,,,,
Salah satu yang dibahas adalah......

Cara jitu ngajak putus cewek, dengan cara kilat, tanpa bla bli blu, dan si cewek pasti bisa langsung merelakan hubungan jadian kita putus.
Caranya adalah gini...
Pertama tama, siapin dulu mental kita. Gimana nggak? Buat memutuskan sebuah hubungan, pasti butuh mental baja. Apalagi kalo ntar pas ngemeng kata-kata putus, ngeliat cewek kita nangis, apa kita nggak merasa iba? Hahaha...
Kedua, ajak deh cewek itu jalan. Jangan ke tempat sepi. Ntar malah kebawa suasana. Belum lagi kalo ada setan yang nggerayangin. Bisa-bisa malah kebawa napsu dah. Terus terjadi hal-hal yang nggak-nggak, dan oh no.....astaghfirullah.... wa laa takrobuzzina.....
Mending dibawa ke kafe, kalo nggak ke taman yang agak ramean dikit. Yang penting bisa buat ngobrol berdua. Yaa...namanya juga mau mutusin cewek. hehe.....
Ketiga, nah, ini nih yang penting. Bawa suasana agak serius. Jangan tatap matanya. Dosa..mending langsung aja buka pembicaraan.
"Aku mau ngomong sama kamu..."
Terus, si cewek kan bales..."Ngomong aja kakanda...."
Langsung dah, buat pengakuan....
"Gini dinda....sebenarnya, ada hal yang sudah kakanda pendam belakangan ini. Rahasia yang sangat fundamental. Bukan teknikal."
"Apa kakanda?"
"Sebenarnya....aku sudah punya idaman lain...."
"Hah? Apa? kakanda selingkuh? Hiks..." Nah....si cewek udah mulai mikir yang nggak-nggak nih. Langsung aja buat pengakuan yang sebenarnya.
"Gini dinda....sebenarnya aku udah punya PIL." Bilang aja gitu dulu.
"PIL? Maksud kakanda narkoba? Hiks......ternyata aku pacaran sama pemakai narkoba." Nah...si cewek makin kebawa suasana nih. Dia pasti bakal ilfeel.
"Bukan dinda. Bukan PIL yang itu. tapi....PIL yang lain. " Bilang aja gitu.
"Terus, pil apa?" Dinda mulai tambah penasaran kan...
Nah, saat inilah, buat pengakuan sebenarnya. Saat si cewek udah mulai memperhatikan dengan seksama.
"Sebenernya....aku udah punya Pria Idaman Lain, dinda...." Pengakuan itu pasti mencengangkan. Jangan lupa, nyebut astaghfirullah pas lo ngomong gituan. Biar nggak kejadian beneran.
"Sebenernya aku homo...." Langsung aja katakan dengan lugas.
Secara otomatis, pasti si cewek bakalan ilfeel dah. Dan langsung...
si cewek pasti menerima status putus dari hubungan. MERDEKA!


Firs Time About Familiy


ibu gue nih


Tulisan ini gue dedikasikan buat orang tua gue, dua adek gue, dan keluarga gue yang berada di tempat yang jauh di sana....
Mungkin nggak ada orang yang bisa minta sama Tuhannya kalau dia bakalan dilahirkan di rahim ibu yang mana, dan di lingkungan keluarga yang mana. Kalau ada yang bisa minta gituan, pasti kebanyakan orang minta dilahirkan dari rahim seorang ibu kaya, atau istri seorang presiden, dan berada di lingkungan mewah yang gemah ripah lohjinawi. Itulah kenapa tuhan menciptakan takdir kelahiran manusia nggak bisa dijadikan takdir yang bisa direncanakan. Hehehe.....semoga aja gue nggak salah.
Begitu juga gue. Gue nggak pernah meminta lahir di lingkungan kelahiran gue sekitar sembilan belas tahun yang lalu. Gue nggak pernah minta dilahirkan dari rahim seorang ibu yang menjadi guru, dan bersuamikan guru pula. Itu semua mungkin udah ditakdirkan oleh Tuhan, dan gue sangat bahagia dengan takdir yang ada. Gue mensyukurinya.

Kalo denger cerita tentang sejarah kelahiran gue dari beberapa orang, mungkin gue nggak pernah meneteskan air mata. tapi, nggak tau kenapa, ketika gue nulis tulisan ini, air mata gue berasa nggak bisa kebendung lagi. yaa......nangis dikit nggak apa-apa lah. Kata ahli medis, nangis kan juga bisa bermanfaat buat kesehatan. Hehehehehe......
Kata beberapa orang yang cerita tentang kelahiran gue, gue dilahirkan secara normal, dan dengan perjuangan yang sangat keras. Entah seberapa keras, gue nggak bisa memperkirakan. Tapi, dari cerita yang mengalir di telinga gue, saat detik-detik kemunculan gue di muka bumi, dokter pernah memberikan pilihan kepada ayah gue,"Milih istri anda, apa anak anda...."
Tentu saja nggak ada orang yang mau denger pilihan itu. Setegar apapun seorang ayah sekaligus suami, pasti selalu menginginkan keselamatan dari istri dan anaknya. Begitu juga ayah gue. Semaleman, bersama kakek dan nenek gue, serta om, pakdhe, budhe, tante, dan kerabat gue, semuanya berdoa. Hm.....(so sweet nggak yaa?)
Dan alhamdulillah semuanya selamat.
Sekarang...
Setelah sembilan belas tahun berlalu. Gue berada di lingkungan yang jauh dari keluarga. Banyak pesan yang udah ditinggalkan. Dan banyak hal yang udah diberikan dari orang tua gue kepada gue, baik moril maupun materil. Nggak ada yang bisa nebus semuanya. Mustihal lah kalo ada yang bisa....
Perjuangan kedua orang tua yang membesarkan anaknya tentu saja jadi kisah klasik yang sering diceritakan di dalam berbagai forum keluarga. Begitu juga orang tua gue. Tentu saja mereka akan bangga dengan anaknya, sejelek apapun dia, dan sekurang apapun dia. Tapi, tak ada yang bisa menjadi kebanggaan yang lebih, selain anak kandung bagi orang tuanya. Tidak ada yang bisa melebihi, termasuk harta yang melimpah sekalipun.
Kalo inget gituan, jadi pengen pulang. Hm...mungkin tulisan ini bentuk kerinduan gue kali yaa....? Hahaha... udah tiga kali telepon sama sms masuk, isinya hampir sama,"Kapan mamas (panggilan gue di rumah) pulang ke rumah?" hm.....nggak kerasa, udah sebulan lebih gue nggak pulang. tapi, mau gimana lagi? Ini semua demi perjuangan gue, biar masa depan gue lebih cerah. Amien.....


Cobaan di detik terakhir PKM GT

Hari senin di awal minggu ini gue berasa nggak kuliah deh. Tanya kenapa? Harusnya sih gue jam 10.15 udah ada di kelas leadership. Emang, gue ada di kelas saat itu. Tapi, lima menit kemudian, semuanya berasa beda.
Satu jawaban yang bisa bikin semuanya beda. PKM! Mampus dah. Nggak sadar, sekarang udah tanggal 29 Maret 2010. H-1 pengumpulan PKM GT. Dan itu berarti, gue harus follow up kemahasiswaan kampus. Hal yang rutin gue lakuin sebulan belakangan ini.
Padahal, tulisan gue udah gue kumpulin sebulan yang lalu, tapi tetep aja, gue harus kejar deadline. Hal yang paling males gue lakuin. Tapi, hari ini bener-bener menguji mental gue buat ikutan PKM.
Pertama, gue udah yakin PKM gue udah masuk kategori berkualitas. Tapi sayangnya, kualitas itu tidak ditunjang dengan dukungan dari berbagai hal.
Kedua, dukungan kurang membuat gue harus bekerja hingga detik-detik terakhir pengumpulan PKM. Hal yang aneh, karena sebenernya tulisan gue udah selesai sejak sebulan yang lalu. Masalah apa? Birokrasi!
Benar-benar birokrasi yang aneh. Nggak belibet, tapi lelet banget. Buat neliti tulisan yang cuma tiga judul aja lamanya minta ampun. Kalo nggak mepet deadline, mungkin tulisan gue belum disenggol. Sial banget. BEda sama jaman dulu gue di SMA. kebalikannya, dulu malah sekolah gue yang ngejar-ngejar supaya gue nulis jangan mepet deadline. Eh sekarang, di detik-detik terakhir ini, gue masih aja bingung cari dosen pembimbing, foto copy kesana kesini, gonta ganti jilid, dan ah.....kesel dah gue.
Tapi di detik terakhir ini, semoga aja, gue berharap Allah masih memberikan keadilan buat hambanya yang telah berjuang, bekerja keras demi sebuah prestasi, nggak cuma prestasi buat pribadi gue sendiri, tapi prestasi buat orang lain, kampus, dan keluarga gue.
Gue sedih, ketika teman-teman gue dapet predikat deanlist di semester satu dan dua, dan gue nggak dapet predikat itu. Tapi gue lebih sedih lagi ketika usaha gue buat membuat sebuah tulisan yang bermanfaat terhalang oleh leletnya birokrasi. Gue nggak menyalahkan kampus. Tapi mungkin ini ujian dari Allah supaya gue bisa jadi penulis yang benar-benar dewasa, tidak hanya bisa menulis tulisan yang berkualitas, tetapi juga bisa mencoba mempertahankan tulisan itu. Amien.... semoga semuanya tercapai. Amien.....


Sunday, March 28, 2010

Kekaguman Tak Terlupakan (Memory 26-27 Maret 2010)


foto anak-anak peserta kaderisasi (the next HMM UB...amien)


Hiah....dua hari nggak pegang laptop rasanya lebih parah dibanding dua hari nggak megang buku corporate finance. Haha....kalo nggak dua hari nggak megang buku corporate finance, paling efeknya cuma pada tangan, rasanya kayak abis keluar dari sarung tangan bersuhu minus nol derajat celcius. Tapi, kalo dua hari nggak megang laptop, tangan gue langsung kram-kram, rasanya kayak ditusuk-tusuk jarum.... senut-senut gimana...gitu....hehehe
Tapi, untunglah, cuma dua hari. Jadi, setelah dua hari, senut-senut itu kembali sembuh. Hehe....
Syukurlah, di dua hari yang kemaren itu, walau tangan gue berasa senut-senut, tapi banyak hal yang bisa gue dapet. dan bagi gue, hal yang banyak itu termasuk dalam kategori yang mengagumkan. Tanya kenapa?

Sebelum gue kasih jawabannya, gue jelasin dulu definisi kekaguman versi Dyama Khazim Setyadi. Kekaguman menururut gue tuh sesuatu yang tidak biasanya, dan sesuatu itu tidak bisa dilakukan sembarangan. Jadi, kalo ntar ada yang protes kalo yang gue tulis ini nggak masuk kategori kekaguman, ya berarti orang yang protes itu nggak baca dulu, kekaguman versi gue, alias main loncat aja pas baca notes gue. Hm....kayak kodok aja...
waduh...mulai dari mana yaa? Em...gini deh...
Kekaguman itu sebenernya akumulasi dari acara kaderisasi HMM UB yang udah diadain kurang lebih selama satu setengah bulan, dan tanggal 26-27 itu lah yang jadi malam puncak sekaligus malam penutupan. Tempatnya, ya outdor, di daerah bumi perkemahan ragunan.
Bukan masalah tempat yang gue kagumi. Tapi, masalah unsur-unsur yang berkaitan dengan acara.
Apa aja?
Pertama, gue baru sadar, kalo gue harus kagum sama temen-temen organisasi gue. Yaa,....walau dulu kita beda latar belakang dan disatukan dalam satu wadah....
Walau dulu pas rapat perdana HMM UB 2009/2010 gue masih awam sama muka-muka pengurus yang lain, tapi itu dulu.Yang sekarang...yaa...minimal bisa tau satu sama lain lah....
Dulu, gue nggak nyangka bisa kerja dalam sebuah sistem yang mirip sama tiga tahun lalu. Nggak mengutamakan struktur organisasi, tapi lebih mengutamakan teamwork. Nggak asal ngemeng teoritis, tapi lebih aplikatif. Hasilnya, alhamdulillah, dua hari satu malem acara lancar. Yaa...walau api unggun nggak bisa nyala, tapi gue akui, itu juga salah gue. Pas abang-abang yang bawa api unggun dateng, gue abis bangun tenda. Dan suasana panas banget. Alhasil, gue capek deh. Terus, angin sepoi-sepoi di bumi perkemahan menuntun mata gue buat tidur terlelap sambil menunggu peserta dateng. Tiga jam boo....! Daripada mikir yang nggak-nggak, mending gue tidur dah.
Dan pas abang-abang pembawa kayu bakar dateng, gue kebangun setengah sadar, jadi nggak sempet meriksa kayunya bener apa salah. Buat nyuruh abang-abangnya nyusun kayu bakar aja gue nggak inget. Yang gue inget cuma harga kayu bakarnya, 75 ribuan. Hehe.....
Itu kekaguman yang pertama..
Kekaguman yang kedua adalah gue nggak nyangka, bisa liat orang-orang yang bener-bener punya teamwork sama kerja keras yang baik. Gue akui itu baik, walau gue yakin, nggak semua 33 orang itu udah bisa mengerti satu sama lain. Puncak kekaguman gue adalah ketika 33 orang itu diperintahkan buat jalan dari kampus ke ragunan, dengan biaya nol rupiah. Sebenernya, itu tawaran pertama. Masih ada tawaran lain kalo mereka mau nego. Tapi, pas dapet tawaran pertama, 33 orang yang tergabung dalam 6 tim langsung menyanggupi.
Apapun cara mereka lakukan buat bisa mendapatkan duit transport ke ragunan. Yaa...minimal mereka harus bisa dapet 15 rbu satu tim. Itu asumsi kalo mereka naik angkot, harganya 2000 rupiah dikali 6 orang dalam satu tim.
Ada yang jual tissue, gula jawa, garam, susu ke orang-orang di sekitar kampus. Widih.....gula jawa bisa dijual 5000 per batang ke bule. Hebat juga nih.,.....
Ada yang ngamen di daerah kampus. Dan ini pengamen bener-bener jos. Biasanya, kalo ngamen dapetnya cuma 500. kalo yang ini bisa dapet 5000 sekali ngamen. Yang dipake bukan gitar, tapi rantang. mantap dah....
Ada juga yang langsung lari ke foodcourt. Ngapain? Ngemis? No way! Mereka bantu-bantu orang yang jualan di sana. Ada yang bantu ngepel, nyuci piring, nganterin makanan ke konsumen. Hm......
Diluar dugaan gue. Yaa...mengagumkan buat gue. Mereka ternyata bisa mengaplikasikan lobby and negotiation lebih dari yang diajarkan. Bahkan, diantara mereka, justru ada yang malahan dapet profit dari hasil pencarian duit mereka. Salut dah....
tapi, siapa mereka? Siapa 33 orang itu....?
Siapa lagi kalo bukan peserta kaderisasi HMM UB. Mantap lah....
Jadi optimis, kalo HMM UB bakalan lebih mantep dari tahun ini. Hihihihihi....



Monday, March 22, 2010

Obat Penenang Lostphobia


Mungkin perjuangan selama 4 tahun telah usai. Dan hasilnya adalah kekalahan. Nos problemos. Kalau itu yang terjadi, berarti takdir memang mengharuskan perjuangan itu berakhir dengan kekalahan. Bukan kalah karena menyerah, tapi kalah karena telah berusaha semaksimal mungkin.

Semuanya tidak ada yang percuma, karena usaha yang telah dilakukan telah membentuk sebuah kedewasaan, yang tak akan terbayarkan oleh apapun. Semakin mengerti dan semakin bisa menerima sesuatu yang bukan menjadi hak miliknya adalah sesuatu yang sulit dilakukan.
Rasa takut akan kehilangan sesuatu mungkin tidak akan pernah bisa dihilangkan. Namun bisa dikurangi. PErcuma saja ada teori barang substitusi jika teori itu tidak berlaku. Balau yang disubstitusikan memiliki makna yang berbeda, namun tetap saja, masih bisa mengurangi rasa ketakutan akan kehilangan.
Persahabatan merupakan segalanya. Ratusan bahkan ribuan orang telah membuka diri untuk menjadi sahabat yang bisa mengucurkan lebih banyak inspirasi dibanding dengan satu orang yang memang sangat berarti. Berarti bukan berarti bisa mengalahkan segalanya. Namun, keberartian itu akan sirna jika memang sudah tidak ada lagi kebersamaan.
Intinya gue ngomong apa yaa?
Halah...
Friendship forever lah...beuh....


Memori Perjalanan Rahasia Merpati Putih UB


Wahh....
TErnyata ada tulisan yang terlewat, yang belum gue tulis. Padahal eventnya udah berlangsung kemaren minggu. Seharian penuh. Ternyata bisa juga gue kena sindrom pelupa. Wahahahaha....
Ceritanya berawal dari ajakan beberapa teman 2008 gue di notes facebooknya. Hari minggu Merpati Putih UB mo ngadain acara jalan-jalan. Widih....kalo anak-anak MP, yang namanya jalan-jalan pasti dah..rame. Gue yakin banget. Atas dasar itulah, gue ikut-ikutan aja buat jalan.

PErcuma gue nulis tulisan ini kalo nggak ada yang spesial. Pasti ada dong.Bayangin aja, sejak pengumuman buat jalan-jalan dipublish ke semua anggota MP mulai 2009,2008,2007, dan 2006, nggak ada satupun panitia yang mau buka mulut tentang tujuan jalan-jalan kita. "Surprise", katanya. Wahahahaha....Yaa...namanya anak MP, tiap latihan sih cuma perwakilan aja yang dateng. Tapi kalo namanya jalan-jalan, widih, even yang haram untuk dilewatkan tuh. Walhasil, dari semua angkatan anggota MP dateng semua. Yaa...walau ada beberapa yang nggak dateng, tapi sudah lebih dari cukup untuk menggemparkan tempat tujuan jalan-jalan kita.
25 ribu rupiah. Itu nominal yang dibayar kalo mau ikutan jalan-jalan. Gede juga sih, gue pikir. Tapi,buat yang namanya friendship, organization, sama solidarity, uang bukan apa-apa. Buktinya, masih banyak juga yang mau ikut acara jalan-jalan MP.
O iya, setelah berjam-jam (lebay mode on) menunggu di halte busway GOR Soemantri, akhirnya lebih dari 30 orang meluncur ke TKP. Dan ternyata, TKP itu adalah Old City of batavia, alias kota tua. Hiahahahaha.....pagi-pagi sekitar jam 8, semuanya udah ada di sana. Mau ngapain bang? NGepel? Hiah....masih lumayan sepi lah. Tapi yaa...udah ada juga orang yang nangkring di kota tua.
KEbersamaan itu muncul. Walau cuma sehari, tapi bener-bener udah ngerasa kayak keluarga dah. Mulai dari pembagian perkelompok campur semua angkatan. Terus, jalan-jalan keliling kota tua pake sepeda onthel, dan setiap sepeda harus dikendarai oleh 2 angkatan yang berbeda. Maksudnya, kalo yang nyetir sepeda angkatan 2008, yang mbonceng nggak boleh anak 2008. Dan gue kejatahan mboncengin anak 2009, cewek pula. Dan kebetulan, baju kita sama, biru abu-abu, terus sepedanya juga warnanya senada, biru ke unguan. Habislah.....jadi bahan ceng-cengan. Tapi nggak apa lah. Doa orang teraniaya pasti mudah dikabulkan.
Selain itu, tiap kelompok juga harus menyelesaikan beberapa games di museum tepat kita keliling kota tua. Yang gue inget sih museum bahari, menara intai, sama jembatan merah. Ada lagi sih. Tapi gue agak lupa.
Pokoknya, inti dari semua kegiatan yang diadin di KOta Tua kemaren mantep dah. Semua maknanya dapet.
Daan....di akhir acara, kan ada tuh, yang namanya games, pasti ada pemenangnya. Dan pemenangnya adalah...jeng...jeng...jeng...
Kelompok MCK....dan di situ ada gue...hihihihihihi........
Lumayan...bisa bagi-bagi snack. Hehe.....



Sunday, March 21, 2010

Yang Baik Belum Tentu Menjadi Yang Terbaik Untuk Kita

Ibarat sebuah pakaian, seindah apapun pakaian itu tak akan baik jika ukurannya terlalu besar atau terlalu kecil untuk pemakaianya. Percuma jika pakaian itu terbuat dari sutera, atau bahkan dilapisi lapisan platinum kelas wahid, namun tetap saja tidak cocok untuk digunakan oleh pemakainya. Masih lebih baik menggunakan pakaian sederhana dari katun, namun sesuai dengan ukuran badan pemakainya.
Sama saja ketika dalam memilih jodoh, eh, iya ya? Jodoh boleh milih ya? Tapi kan itu takdir? Halah....takdir kan ada dua. Atas usaha sendiri, dan karena udah dari sononya. Yaa..kalo jodoh tuh kayaknya atas usaha sendiri deh.
Balik lagi, dalam hal jodoh, banyak yang berusaha untuk mencari yang terbaik diantara sekian banyak pilihan. Banyak cara yang digunakan. Bisa dengan cara agama, maupun cara yang tidak sesuai dengan agama. Naudzubillah...
Tapi yang jelas, dalam memilih jodoh yang terbaik untuk kita belum tentu yang menurut kita baik pasti terbaik bagi kita. Butuh pemikiran lebih dalam tentang kata baik itu sendiri. Baik dari segala hal.

Belum tentu orang yang fisiknya baik, pasti hatinya juga baik. Belum tentu orang yang hartanya banyak, bisa memberikan kebaikan lebih banyak dibanding dengan orang yang memiliki harta kurang.
Pasti lagi-lagi balik ke teori relativitas. Sejauh mana kita memandang kata baik itu sendiri. Kalo cuma nganggep yang cakep itu pasti baik, ya terserah. Tapi, belum tentu apa yang dipandang adalah yang terbaik.
Dalam menjalin sebuah hubungan kan nggak cuma langsung clep, terus pisah. Pasti banyak dinamika yang harus dilalui, dan itu bakalan menguji apakah yang baik itu benar-benar yang terbaik untuk kita.
Halah, bisa-bisanya gue ngomong ginian? Emm....emang gue bisa nentuin mana yang baik dan mana yang terbaik? Em....kalo masalah jodoh, masih tetep cuma ada satu jawaban. Biar waktu yang menjawab. Hehehehehehehehe....

Catatan Kecil dari Kaderisasi HMM UB Minggu Ini


Meraih mimpi emang nggak semudah mengedipkan mata. Harus ada perjuangan, seberat apapun perjuangan itu pasti jika ditempuh akan membuahkan hasil. Begitu juga saat sebuah perjuangan untuk menjadi seorang organisatoris yang harus memiliki jiwa kepemimpinan, maka salah satu perjuangan yang harus ditempuh itu adalah belajar untuk menjadi pemimpin itu sendiri.
Maka dari itulah (ehm....tumben gue pake bahasa resmi),
kaderisasi HMM UB mengadakan kegiatan diklat kaderisasi yang diikuti oleh anak2 2009, yang nantinya bakalan jadi pengurus HMM di periode yang akan datang. Yah, walaupun acara udah dilaksanakan hampir sebulan, tapi cerita di balik acara yang ada sampe sekarang masih bermunculan.
Nggak cuma itu, walaupun udah berlangsung lama, biasanya sih makin lama makin ngebosenin. Tapi yang gue liat di acara kaderisasi, makin lama malah makin rame. Yaa...walau emang ada satu dua peserta yang gugur dan menggugurkan diri karena beberapa hal, tapi itu bukan jadi indikator mutlak, karena buat gue, itu termasuk salah satu bagian dari kodrat seleksi alam. Kalo nggak kuat, ya nggak bakalan bisa ngejalanin seterusnya. Baru dididik aja udah nyerah, apalagi kalo udah jadi organisatoris? Mau jadi organisatoris yang hobinya menggugurkan diri? nggak lucu dong?
Dan minggu kemaren....em....walaupun gue cuma dateng di seperempat acara, dan bisa dibilang cuma bisa ikutan foto-foto, tapi gue yakin, keseluruhan acara bener-bener menyenangkan buat peserta. Kebetulan saat itu ada dua inti acara. Pertama materi tentang sejarah organisasi kampus. Terus, materi lainnya tuh ada outbond. Dan di acara outbond itu lah gue liat, antusiasme peserta bener-bener nggak bisa diragukan lagi. Yaa...semoga aja dengan ini, HMM UB bisa lebih maju lagi. Pondasi yang udah dibangun makin kuat, dan saatnya untuk melebarkan sayap elang sudah mulai terbuka.
For the nextime nih.....
Acara masih dua minggu lagi. Satu acara di kampus, dan acara lainnya di luar kampus. Yang di luar kampus ini adalah puncak dari semuanya. Inti acaranya sih acara penutupan. To create better leader.....


Friday, March 19, 2010

Goodbye Pin Tifocraft


Hiah....
gue kira ni pin bakalan jadi kenang-kenangan...
Eh, ternyata ditagih lagi...
Hm.....dasar nih....
Nggak mau rugi...
Padahal pin panitia tifocraft kan keren...
beuh,....
Tapi nggak apa lah...
Daripada tahun depan beli lagi, kena inflasi, harga naik, ya mending disimpen buat besok. Hehehehe.....



Pesan Tersirat Dari Tifocraft HMM Universitas Bakrie


Jumat tuh katanya hari pendek. Apanya yang pendek? Anunya siapa yang pendek?
Em......
Mitos kali yaa? Wong hari jumat tetep 24 jam kok. Yaa...kurang-kurangnya 23 jam 59 menit lah. Kan katanya gara-gara global warming, bumi semakin mengkerut. Jadi perputaran bumi semakin cepat. Waktu sehari jadi tambah cepet juga. hehehehe.....
Waduh? Belum apa-apa udah ngelantur dah....beuh....
Maklumlah....


Walau jumat hari pendek, hari ini benar-benar berharga. Jumat jadi panitia tifocraft. Yaa...walaupun gue BPH (Ehm....narsis mode on) di HMM, tapi masih bersedia nongkrong jadi sie keamanan plus operator display pas lagi acara Tifocraft.
O iya....
Sedikit gue jelasin tentang tifocraf. Tifocraft tuh acara yang diadain sama Himpunan Mahasiswa Manajemen 2010 Universitas Bakrie. Inti dari acara ini tuh ada dua.
Yang pertama, tifo, yaitu bazar jajanan nusantara yang diadain di koridor kampus. Wah....kampus udah kayak pasar senen aja nih. Tiap lewat koridor depan ruang 4,5,6 pasti ditawarin makanan dari berbagai daerah di seluruh INdonesia. Maklum lah, kampus gue kan mahasiswanya berasal dari seluruh indonesia. hehehehehehe.....
Inti acara yang kedua adalah craft. Yaitu acara pembuatan barang bekas, yang dibuat oleh beberapa peserta yang menyulap sampah jadi barang layak jual. Nggak nyangka....hm....Acara craf tuh diadain dua hari. Hari pertama, pembuatan barang bekas jadi barang yang layak jual. Peserta craft ada 7 kelompok. Ada yang menyulap kertas jadi tas, besi jadi papan catur, dan lain-lain.
Nah, hari kedua ini nih, yang bener-bener berkesan. Pagi-paginya, acara tifo. Dan sorenya, ada pelelangan barang craft. Yang dateng, widih, staff dan petinggi kampus. walau rektornya nggak dateng, tapi bangga juga, HMM bisa mengumpulkan sejumlah staff dan kajur manajemen. Woow......kayaknya baru kali ini gue liat ada acara yang didatangi oleh nonmahasiswa sebanyak ini. Hehe.....bangga lah jadi orang HMM....
Dan pesannya ada di acara pelelangan. Tadinya sih gue ragu, apa iya tas koran bisa laku? Apa iya tirai dari gelas minuman yang biasa buat tugas kerajinan anak SD bisa laku? Apa iya sepotong koran yang dijadiin gambar the beatles bisa laku?
Jawabannya adalah.....LAKU....LAKU....LAKU....Laris maniss!!!! Mantap boo!
Nggak nyangka...bener-bener nggak nyangka...Antusiasme yang sangat tinggi dari pendukung acara, itu yang bikin gue bangga. Bangga sebagai pengurus HMM 2009/2010. Yaa....harusnya emang bangga.
Pesan tersirat itu ada saat salah satu barang dijual. Yaitu tas dari kertas koran. Super duper sederhana. Hanya koran bekas dijahit, lalu dikasih tali rafia, dan dikasih harga penawaran pertama Rp 1000.
"Paling nggak laku." Pikir gue.
Tapi, ternyata gue bener-bener bego kali ini. Penawaran dibuka, langsung ada yang nyeletuk 5000. Terus 10.000. Ada yang nambah 20.000. Bahkan, yang tadinya cuek dan bodo amat sama pelelangan, sahut-sahutan menawar 25.000, 30.000, dan 40.000. Hiah....gile bener...dari 1000 jadi 40.000.
Di detik-detik terakhir, kajur manajemen nyletuk. Rp 50.0000.
Langsung bersahutan tepuk tangan dari semua yang ada di ruangan. Hm,,,,,,,
Mantep dah,,,,,itu harga akhirnya.
Dan setelah acara usai, gue menyempatkan diri ke toilet. Udah kebelet boi!
Di toilet itulah pesan muncul. Kajur yang mendapatkan tas koran itu ngomong ke gue...
"Sebenarnya saya tidak tertarik dengan barangnya. Tapi saya menghargai buah pikiran dari peserta." Boooowww......langsung...teori ekonomi manapun bakalan melebur kalo denger omongan tadi. Yaa,,,,bener juga sih. Mana ada yang mau menghargai sampah? Tapi, nggak ada juga yang nyangka kalo sampah juga bisa berharga.
Pokoknya, HMM Jaya dah!

Thursday, March 18, 2010

Baru Baca Komen Di Foto Pocari Di Loker Gw


February 12, 2009
Itu tanggal gue mengupload foto di facebook gw.
Nggak tau nyasar apa gimana, barusan gue liat komen-komennya lagi. Udah lama.....
Tapi, masih aja ketawa. Nggak tau ketawa seneng karena masih bisa baca komennya, atau ketawa sedih karena nggak bisa komen-komennan lagi. Tapi....
inilah komen kita. O iya.....Batu itu yang cowok, bintang itu yang cewek yaa.....
Bintang :
ApamaksuTNYA y?
Marah?Pocarina dpeotin?
O. . .Gamasalah c. . .
T'srah mz aj. . .
Batu :
wex....
syapa yang marah?
Jangan berargumentasi yang gag2....
Tu kaleng udah jadi penghuni tetap loker....
Wahahaha.......
Jadi kepala suku!
G suka?
Bintang :
Ko peoD?G mungkn kL g lg
marah
Batu :
wahahaha....
Klo ga peot,ntar diambil ma satpam iseng yang buka2 locker orang sembarangan....
hahaha
Gingaps?
G jalan?
Bintang :
KbiasaAN. .
G usa bOonK!

buru"puL. . .ngaBUr. .X(
Mw dajak mama koNJALAN ni...
mandan curiGA. . .Tp gvava la
Batu :
Hm....
Siapa yang boong?
Swear...
Lagiyan, lebih keliyatan artistik kan??
hahaha...

Ati2 di jalan...
Jangan lupa sholat..
Bintang :
Lg g solat
Batu :
O...
Dah djalan?
Bintang :
Y
Batu :
hm...
atiati....
Bintang :
Udah
Batu :
skarang lagi dimana?
Bintang :
Dhum g bth
Batu :
knapa nggak betah?
Bintang :
GpP
Batu :
hm....
rumah itu istana km....
Banyak kenangan yang selalu bisa diceritakan di rumah km kan>?
knapa nggak betah?
Pengen jalan ma co?...
Jangan dulu lah...
kan km harus belajar...
UM UGM bentar lagi...
udah daftar kan?
I always support u...
Bintang :
Ava c?Org ak g btah dkoNDGN
juj!X/
co ava?Ckck. . .Co mulu
vikirnY. . .
Ak mNDG druma!...
Ugm?Lum
Batu :
O...
He..
Maap..
Lg g konsen.
Bnyk deadline.
Bintang :
knava ak yg vokari?mz yg vuku?akkkkkkkh
Batu :
Hehe...
Mnurut km knapa?
Bintang :
g tw
akh!ak g sk!
ms veot?
Batu :
Hehe...
Q sayang ukti..
Bintang :
akkkkkkkkkk kenava veot??katana syg!pret
Batu :
Hm..
Bintang :
knavaaaaaaaaaaaaaa?
Batu :
karena dalam cinta, tak selamanya semuanya berjalan dengan mulus...
Bintang :
Tavi ak g mau!ak aj yg buku
Batu :
kok gitu?
Bintang :
g mw diganti?
hik
hik
Batu :
hm....
entar dulu
Batu :
uDAah....
tuh...
Bintang :
laaaaaaaaaaaaaaa
Batu :
knapa lagi???????
Bintang :
keyen
Batu :
kok keren?
syapa?
q?
udah dari dulu....
hehe...
makannya kamu sayang..
Bintang :
AKU!!!!!!!
ho?kavan ak vernah sys??haha vitnah lu
Batu :
hehehe....
Witing tresno jalaran saka kulino.....
Bintang :
ava ia la??
Batu :
hehe....
menurut ukhtii?
Bintang :
Y embuh y?Hi hi
Batu :
lah....
Bintang :
Akh!
Batu :
Akh knapa?
Bintang :
Kejuna Akh
sensasi akh
brlavis krim keju akh
hwkwk
Batu :
Hm..
Bintang :
La hm tyuz g ask
Batu :
Trus paan?
Bintang :
Ava kek!
Batu :
Q sayang km.
Bintang :
Bukan
Batu :
Maksudnya?
Bintang :
He apa y?
Batu :
Hm...
Tuh kan..,
senenge..
Nek ditanya balik tanya..
Bintang :
Malu btnya sSAT djalan
Batu :
Bsar kmaluan susah jalannya..
Bintang :
Hwkwkw MaZ!
ItU Maz!!Hwkwk
haio. . .Susah jALAN y?Hoekwkwk
Batu :
wahahaha...
Enak aja!
q pria normal...
termasuk itunya....
Hehehe.......
butuh bukti?
hahaha
Bintang :
Ha?Hm
bwT ap?G BUTUH!Wex
Batu :
Hehehe....
Besok aja klo udah halal yaa......
Bintang :
AVA?
Batu :
apa apanya????
Bintang :
Halal ava?HmMm
hEH!NglantUR msti!
Hayo mkrin ava?Hx
Batu :
heheh....
Mikir klo qt bakal jadian...
Trus nikah...
Hahaha...
Membangun keluarga sakinah...
Bintang :
Jadian?
Batu :
hehe....
cuma berkhayalll
Kalau jadi kenyataan gimana?

Bintang :
Takdir
Batu :
Semoga saja./.....
Bintang :
Hwkwkwk y y bdoa aj
Batu :
Amien...
km bdoa juga yaa!
Bintang :
G ah mz aj he
Jgn d'paksa!Getax gawe
hwkwk

Tiba-tiba ada yang ikut komen. namanya monika :
Monika :
yaAllah. komen2 kok di foto hahaha. so sweeeet seperti pocari sweat! :DD
Bintang :
Hwkwkwk aduH mOn
pocARY peot ko dblg soswit,
soswiT apala. . .
Ni lg dEBAT . . . !
Hi hi hi n_n'v
Batu :
Hm...
Nos comento...

Ngeliat komen-komen tadi, jadi inget bintang. Lagi ngapain dia yaa?
Em....gue baru nyadar....kalo bintang itu alay. Hm.....padahal, udah beberapa bulan gue meneliti tentang alay. Eh, ternyata yang deket-deket juga ada yang alay. Subhanallah....










































Pacaran?


Siap....nggak...siap....nggak....
Buat mikirin punya pacar lama-lama jadi tambah mikir lagi. hehehe...
Tanya kenapa? Bukan masalah takut patah hati atau gimana. Tapi, semakin lama, semakin banyak yang harus dipertimbangkan.
Pertama masalah waktu. Apa bisa kita membagi waktu buat pacar kita setiap hari? Apa bisa kita meluangkan waktu buat bersama pacar dalam waktu satu hari? waktu buat meng SMS dia? waktu buat menelepon dia? Terlebih, meluangkan waktu buat kegiatan lain juga masih ada yang kurang. Gimana bisa meluangkan waktu buat pacar?
Kedua, masalah perhatian. Buat memberi perhatian ke orang tua aja masih susah. Malah ini mau membagi perhatian ke orang lain yang nggak ada hubungan darah sama kita.

Yaa....
Yang selanjutnya, masalah financial. Kalo mikir lagi, ini lumayan penting. Pacaran juga butuh modal. Emang sekarang udah kerja? Terus, kalo mau jalan, pake duit siapa? Duit orang tua kan? Nikmat kah menghamburkan uang orang tua untuk berjalan bersama pacar kita, padahal orang tua kita susah payah mencari uang untuk kita.
Dan yang terakhir, ini yang bagi gue penting. Agama. Sekarang, lama-lama gue juga sadar. Emang di dalam Islam nggak ada istilah pacaran. Bener juga. Yang ada tuh taaruf. Buat perkenalan sebelum nikah. Kalo pacaran, itu menjurus ke zina. Bayangin aja, tiap kita pacaran, pasti yang diumbar tuh nafsu. Pertama cuma liat-liatan, terus hehehehehehe....no komen kalo yang lain. Astaghfirullah.....

Jadi? Pacaran? masih mikir-mikir. Mungkin suatu saat perlu juga. Tapi buat sekarang, kayaknya nggak deh. Tapi, kalo si bintang minta? Em...kayaknya nggak mungkin deh. Nggak mungkin karena dia sudah punya dunianya. Dan nggak mungkin karena lama-lama, banyak hal yang tidak sesuai dengan apa yang gue pikirin. Dia terlalu sempurna untuk sepotong batu yang berlumur lumpur.


Baru Sadar, Ternyata Kuliah Saya Padat



Minggu ini sudah masuk minggu ke lima kuliah semester 4. Dan gue baru sadar, kalo ternyata dalam seminggu jadwal gue yang berhubungan sama kuliah dan kampus benar-benar padat. Gue kira, dengan mengambil hanya 18 sks di semester 4, gue bisa meluangkan sedikit waktu buat berleha-leha....
Waktu buat melakukan aktivitas di luar kampus baru gue sadari di semester ini sangat terbatas. Buat ke service center digicam gue aja belum kesampaian. Padahal rencananya udah disusun sejak beberapa bulan lalu. Nggak cuma itu, buat main ke studio rekaman juga susah. padahal, udah pengen banget nyoba menjual hasil karya gue. Ehm....heheheh....
Selain itu, buat pramukaan di jakarta juga susah. Gimana bisa? Tiap minggu harus di kampus fulltime. Padahal, mumpung masih di jakarta, pengen coba main ke kwarnas. Sukur-sukur bisa diajak buat pramukaan. hehe...kecanduan pramuka mode on.
Bener-bener berantakan. Itu yang gue pikir setelah gue merumuskan kembali jadwal mingguan gue. Liat aja. Hari senin, emang sih, cuma kuliah 3 sks. Tapi, menjelang sore hari, pasti ada aja jadwal makeup class. Jadi, nggak bakalan bisa jalan keluar kalo senin.
Hari selasa? Apa lagi? full time. Kuliah, dilanjut dengan asistensi.
Hari rabu? Sebenernya ini hari yang paling gue tunggu-tunggu. Soalnya kuliah cuma 2 sks. Jadi gue pikir bisa jalan keluar. tapi, ternyata jam 5 sore ada make up class. Walhasil, waktu buat keluar terbatas dong. Jadi nggak tenang kalo mau jalan. Tau sendiri, kondisi jalanan di jakarta nggak bisa diprediksi. Kalo keluar abis kelas, terus baliknya nggak bisa diprediksi, terancam bolos asistensi dong? Padahal, nilai asistensi kan 30%.
Hari kamis. Kalo istilah gue, ini namanya campus day. Dari jam setengah 8 nyampe jam 5 sore udah harus standby di kampus. Kuliah boo!!!!!
hari jumat, ini udah lumayan santai. 3 sks di pagi hari. Dan setelah itu, bisa jalan deh. Tapi, ini kan hari pendek? No problem. Selama itu bisa dilakukan.
Sabtu minggu, yaa...weekend. Mau kemana-mana, pasti susah. kantor tutup. Jadi, buat olahraga aja deh.
Liat jadwal-jadwal gue, ya mau gimana lagi? mumpung jadi mahasiswa, harus bisa memaksimalkan apa yang bisa dimaksimalkan. Jangan jadi bangsa pengeluh. Cuma jadwal berantakan aja nggak boleh ngeluh! Itu kata batu. Buat menunggu bintang turun dari langit aja bisa, apa lagi cuma ngurus jadwal....so, putar otak lagi biar bisa memaksimalkan apa yang ada. Go...go...go...
ho?

Tanya Kenapa Gue Nggak Meneruskan Batu dan Bintang?

Jika harus memastikan akan ke mana kisah batu dan bintang, mungkin itu salah satu hal yang paling sulit diantara berbagai hal yang harus gue lakukan beberapa bulan belakangan ini. Hanya satu alasan kenapa sampai sekarang gue belum meneruskan kisah batu dan bintang yang pernah gue tulis dalam beberapa notes di facebook gue. Itu lebih sulit dibandingkan harus mengerjakan soal Business Decision Modelling, atau harus menganalisa masalah Financial Marketing and Institutions.
Waduh....

Satu alasan itu adalah kebimbangan. Yap! gue bimbang. Hm...pasti ada aja yang tanya, emang yang namanya Dyama Khazim Setyadi Prawatya bisa merasa bimbang? yah....nggak cuma Bambang yang bisa bimbang...sebagai manusia, gue juga bisa merasa bambang. yah...salah dah...maksud gue, bimbang.
Eh, tapi kok gue jadi bawa-bawa bambang? Emang apa hubungannya batu dan bintang sama bambang? Kacau dah gue....
Yang jelas, kebimbangan itu adalah penyebab dari segalanya. Banyak beberapa teman gue yang tanya, kapan ending batu dan bintang akan ditulis dan gue selesaikan kisahnya. Tapi, sampe sekarang gue belum bisa menjawab. maaf ya kawan-kawan....
Bukannya gue nggak mau menyelesaikan tulisan fenomenal gue alias menggantungkan ceritanya...Tapi, apa mau dikata...Gue juga masih merasa kalau gue harus menggantungkan ending dari semua kisah yang ada. Gue takutnya, ntar kalo gue nulis x, takdir yang terjadi adalah x beneran, karena kata adalah doa. Dan kalo gue bercerita tentang ending batu dan bintang sebelum takdir itu dimulai, ntar bisa-bisa ending itu nggak sesuai sama selera gue.
Yaa...walaupun gue bukan yang bisa menuliskan suratan takdir, tapi nggak ada salahnya menunggu takdir itu muncul, baru cerita berlanjut.

Wahai Bintang Kecilku

Senja itu menjadi kelabu
Disaat kau nyatakan sesuatu kepadaku
Sinarnya tak menembus ruang hati
Ketika kunyatakan rasa bahwa ku masih ingin bersamamu

Kau hanya katakan
bahwa kita memang tak mungkin bisa bersama selamanya
Walau ku tahu kata hatimu bukan seperti itu
Wahai bintang kecilku

Reff :
Aku tak tahu kau telah memberikan kesempatan itu kepadaku
Karna kau selalu berkata bahwa kita hanya teman biasa
Namun ketika senja itu kau buka apa yang tlah kau beri
Sesuatu yang kunanti namun tak keluar dari bibir manismu
Hwooo......wahai bintang kecilku

Sejak saat itu
saat kita tak menjadi satu dan bersama
Kuhabiskan waktuku hanya untuk bayangmu
Karna ku tak bisa tanpamu
Wahai bintang kecilku




Nasib gue Kamis Minggu Ini...

Hari kamis minggu ini...
Capek juga jadi mahasiswa...
kuliah mulai jam setengah 8...
Ngurus acara jam 10...
KUliah lagi jam 1...
Asistensi jam 3...
Tepar dah...


Tapi mau gimana lagi?
Mumpung masih jadi mahasiswa, ya dinikmati to yaa.....

Wednesday, March 17, 2010

Batu dan Bintang, Refresh

Udah lama juga nggak baca blognya si bintang...
dan udah lama juga, gue nggak nulis berbagai kisah tentang batu dan bintang. Ceilah....
keinget lagi mode on dah...
Nggak apa-apa....ibarat memory hardisk yang udah lama disimpen, sayang kalo nggak dibuka. Bisa-bisa ntar kena virus. Kalo yang itu mah lebih gawat lagi....
O iya...

buat mengingatkan ulang...
Seperti yang udah gue bikin beberapa waktu lampau, kisah batu dan bintang adalah cerminan sebuah harapan yang sedari dulu tak kunjung tercapai. Batu mengharapkan bintang, berbagai cara telah dilakukan untuk meraih bintang yang dia inginkan, namun, apa daya, jarak yang begitu jauh membuat batu tak bisa menggapai bintang yang ia inginkan.
Namun walau begitu, batu itu masih tetap berusaha, walau ia sadar, usaha yang ia lakukan belum tentu membuahkan hasil. Batu sadar, kalau bintang kini sudah menemukan dunianya. Dunia yang jauh diperkirakan oleh si batu. Dan dunia itu tidak sejalan dengan apa yang dibayangkan oleh si batu.
Dan batu itu...
Sekarang nggak bisa berbuat apa-apa. Batu itu bukanlah pembuat sang bintang, yang sewaktu-waktu bisa memerintahkan sesuatu yang dia inginkan terhadap sang bintang.

TBC....

Sunday, March 14, 2010

Keyword XXX

Tadi gue browsing di google, liat ini nih....
Tapi jangan dipraktikkan yaa...cuma buat tau-tau aja....
Memang yang namanya bugil-bugil banyak dicari di internet.Cewek bugil, mahasiswi bugil, artis bugil,sarah azhari bugil, abg bugil, anak sma bugil,sampai Tukul Arwana bugil, hehehe…
Yang dicari bukan cuma gambar, video bugil yang diambildari kamera HP pun banyak dicari.
Menurut salah satu situs internet,

Disinyalir terdapat 500 lebih cuplikan film porno yang menggambarkan hubungan sex orang-orang Indonesia yang dibuat dengan menggunakan Handphone dan Video Kamera. 90% adegan cuplikan film porno dilakukan oleh anak muda SMA dan Mahasiswa. 8%nya berasal dari rekaman prostitusi, para pejabat negara dan pemerintah (DPR dan Pegawai Negeri). 2%nya adalah cuplikan kamera pengintai yang mengambil gambar para wanita-wanita muda yang sedang bugil tanpa sadar di toilet ataupun di kamar hotel.
Berikut data keyword porno yang paling banyak dicari di internet:
bugil
miyabi
indonesia bugil
siswi smu bugil
cewek bugil
foto bugil
artis indonesia bugil
artis bugil
foto bugil agnes monica
maria ozawa
2 bugil cianjur foto smu
mahasiswi bugil
gadis bugil
artis indonesia telanjang bugil
galeri artis bugil
foto artis bugil
gadis smu bugil
gadis indonesia bugil
gambar bugil
indo bugil
foto bugil artis indonesia
cewek indonesia bugil
galeri bugil artis indonesia
miyabi foto bugil
koleksi foto bugil
agnes monica bugil
foto agnes bugil
gallery gambar cewek bugil
abg bugil
jilbab bugil
memek bugil
model bugil
photo bugil
sarah azhari bugil
foto miyabi
selebriti indonesia bugil
foto bugil sarah azhari
photo bugil artis indonesia
model indonesia bugil
video miyabi
wanita bugil
gambar bugil artis indonesia
gallery artis bugil indonesia
gadis jilbab bugil
gadis bandung bugil
foto bugil indonesia
cewek bandung foto bugil
inul daratista bugil
melayu bugil
gadis sma bugil
situs artis bugil indonesia
cewek palembang bugil
poto artis bugil indonesia
video bugil miyabi
2 27k bugil cianjur foto smu
cewek sma bugil
artis cewek bugil indonesia
gambar bugil gadis bandung
artis bugil indonesia com
artis bugil indonesia free
artis bugil indonesia video
cewek bugil memek indonesia
bugil foto gadis indonesia
cewe bugil
foto bugil cewek indonesia
bugil gadis telanjang
artis malaysia hot bugil
sma bugil
foto cewek bugil
gambar bugil indonesia
maria ozawa bugil
gadis smu al azhar indonesia bugil
rachel maryam bugil
bugil indonesia photo
celebritis foto bugil
gambar bugil ayu azhari
agnes bugil
bugil foto gadis indonesia jilbab
indon bugil
bandung cewek bugil
asia bugil cewe foto
bugil bunga citra lestari
anak smu bugil
bugil bupati calon foto pekalongan
foto gadis bugil
cowok bugil
anak sma bugil
bandung bugil
bugil indah
gambar artis bugil
foto bugil bunga citra lestari
gambar cewek bugil
bugil bupati calon foto free pekalongan
cewek telanjang bugil
foto miyabi
artis artis bugil indonesia
artis bugil foto foto indonesia
bugil telanjang
miyabi ngentot
ngentot foto artis bugil

Leadership Dalam Lingkungan Multikultural & Globalisasi


Yaa...seperti biasa lah...
Senin pagi menjelang siang...
Kalo nggak kuis ya preetest. Ndilalah sekarang materi kepemimpinan di lingkungan multikultural dan era global. Pengen tahu ringkasan jawaban kuis gue apa?
Cekicrot!
  1. Multikultural leadership merupakan sesuatu yang dianggap lebih penting daripada 10 tahun yang lalu dikarenakan pada saat sekarang ini kepemimpinan menuntut berbagai hal yang lebih juga. Terlebih, bada saat sekarang ini kehidupan sudah berada pada era globalisasi di mana mobilitas yang tinggi menyebabkan sebuah lingkungan bisa terdiri dari berbagai budaya (multikultural) sehingga kepemimpinan yang bisa menaungi berbagai budaya dalam sebuah lingkungan sangat dibutuhkan.
  2. Cultural competence merupakan sikap dan tingkah laku yang menunjukkan sikap kemampuan dari individu dan organisasi untuk melakukan sebuah sikap kepemimpinan secara efektif dalam sebuah lingkungan yang terdiri dari lintas budaya.
  3. Social capital merupakan metode yang digunakan oleh ahli ekonomi dan sosiolog untuk menilai apakah hubungan interpersonal koneksi dalam sebuah hubungan, budaya organisasi, serta kesepakatan bisnis akan baik atau tidak. Sosial kapital dalam dalam era globalisasi penting karena dapat menentukan berhasil tidaknya sebuah bisnis.
  4. Untuk memimpin organisasi, pemimpin harus memiliki moral person dan moral manager. Bedanya :
  • Moral person merupakan sikap yang ada dari pemimpin yang menjelaskan bagaimana untuk bersikap.
  • Moral manager merupakan sikap pemimpin yang menjelaskan tentang sikap apa saja yang harus dimiliki oleh anggotanya.

Ketika, Kata Tak Lagi Berguna

Ketika sebuah kata yang keluar dari bibir seseorang hanya akan berakhir ketika udara yang membawa kata itu berlalu
Saat angin yang mengalir itu tak memberi nyawa pada kata yang terungkap
Semuanya akan berlalu begitu saja, tak ada yang membekas

Sepenting apapun kata yang terucap
Jika memang itu semua harus berlalu, tak ada tangan yang bisa menghentikan laju angin pembawa kata itu
Sekuat apapun suara yang menyertai kata itu,
Jika memang tak ada kesempatan bagi telinga untuk mendengar, semuanya akan sia-sia

Setulus apapun bahasa dalam kata yang terucap
Jika hati memang sudah menutup kesempatan untuk menerima,
Tak ada hal yang perlu dibahas lagi tentang kata itu...



Saturday, March 13, 2010

KMBI Outside, Lampung Place


Katanya sih terminal paling berbahaya se asia tenggara ada di sana. Raja Basa, Bukan Raja Singa! Yap! Tempat pemberhentian pertama, saat kaki gue pertama kali menginjakkan diri di bumi Lampung. Hm...... Denger-denger sih emang menyeramkan. Bukan masalah angkernya, tapi masalah catatan kriminal yang ada di sana. Yaa....wallahua'lam. Toh, selama dua jam delegasi dari UB duduk di CV Rajawali yang jadi agen bus di terminal itu buat menunggu jemputan, tidak ada yang terasa ganjil di terminal Rajabasa itu. Nggak ada yang dirampok, di copet, bahkan, nggak ada juga yang dicubit atau dicolek-colek. Wih....emang sabun? Pake dicolek segala? Beuh....

Mungkin pandangan tentang peringkat wahid buat rajabasa masalah kriminal dan tindakan hukum lainnya perlu direvisi deh. Kan banyak lagi tuh, terminal yang lebih parah dari rajabasa. Justru, di Rajabasa itulah, pengetahuan tentang lampung bertambah. Emang bener, di Lampung banyak pendatang. Dan itu terbukti di rajabasa. Salah satu delegasi mendengar beberapa orang sedang berbicara dengan dialek Bali. Nggak cuma itu, gue juga denger kok ada dialek sunda, jawa, bahkan ambon. Yaa...salut dah. Di satu terminal, banyak budaya yang berkembang, walau bukan di wilayah sendiri.

Nggak cuma terminal yang berkesan.
Ada yang lain!
Namanya Klara.
Eits! Jangan salah paham dulu! Yang cewek jangan jeles dulu. EHm.....hehe.....
Klara itu singkatan dari Klapa Rapat. Gue tau nama Klara setelah hari kedua KMBI, di mana semua delegasi dibawa buat berpariwisata di salah satu pantai di dekat pusat kota. Yaa...di dekat pusat kota aja ada pantai yang lumayan buat dilihat, gimana yang jauh dari pusat kota? Pasti masih dijamin keperawanannya. Beuh...perawan boo!
Namanya Klara. Klapa rapat. Emang sih. Di pantai itu banyak pohon kelapa, yang jaraknya relatif rapat. Dan di sela-sela rapatnya pohon kelapa, ada banyak gubuk yang bisa digunakan buat memandang indahnya pantai. Dan.....hehe...biasa lah.....kalo yang pengen mengumbar Zina, bisa juga di situ tuh. Tapi kalo yang satu ini, diharapkan jangan direalisasikan. n_nv

Terus, satu tempat lagi. Desa Umbul Kucing. Hihi....Desa yang terletak di "Pinggiran" bandar Lampung. Yaa...walau di pinggiran, tapi untuk menempuh desa itu harus menembus hutan yang masih lebat, dan jalanan yang bisa dipake buat jalur off road. Mantap dah pokoknya. Kenapa?
Ada sesuatu yang unik di sana. Walaupun desa itu ada di Bandar Lampung, tapi masyarakat di sana mayoritas adalah Sunda. Bahasanya Sunda, dan kesenian tradisional yang dimainkan Juga sunda. Yaa,..walaupun kesenian yang gue liat di sana cuma satu, yaitu tari pencaksilat yang ditampilkan empat kali dalam sehari, tapi ya itu. Bener-bener sunda banget dah.

Capek juga nulis ginian. Ntar gue update lagi lah. Jari gue udah mulai kram.

Friday, March 12, 2010

HMBI II


Sebuah perjuangan nggak bakalan bisa terlaksana tanpa ada yang mengawali. Termasuk dalam memperjuangkan perekonomian nasional Indonesia, yang katanya semakin hari justru semakin nggak beres. Kenapa? Karena istilah penggusuran kemiskinan justru lebih cocok dikatakan sebagai penggusuran orang miskin. Atas dasar itulah, beberapa universitas yang berbau...ehm...ceilah...berbau.....! yaa...intinya perguruan tinggi yang ada kaitannya dengan ekonomi memprakarsai berdirinya Himpunan Mahasiswa Bisnis Indonesia (HMBI).
Tapi, ntar dulu deh...kok tulisan gue jadi agak formal-formal gimana...gitu.....

Gini, gue ceritain dulu kronologis HMBI. Sebenernya, HMBI terbentuk atas prakarsa dari IM Telkom yang mengadakan KMBI I pada tahun 2009. Atas prakarsa itu, terbentuklah HMBI yang pada KMBI I memiliki 13 anggota yang berasal dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Dan atas prakarsa itu juga, diadakanlah KMBI II yang bertempat di Universitas Lampung. Nah, gue ikutan yang ini nih. KMBI II.
hehehehe....padahal, gue nggak ngerti apa-apa masalah gituan. Yah....maning-maning, the power op kefefet.

Yaa...walaupun kepepet, toh akhirnya gue ikutan juga KMBI II, sambil menikmati keindahan provinsi lampung. Tadinya gue cuma bisa berkhayal tentang lampung. Yaa...daripada berkhayal yang jorok-jorok, mending berkhayal tentang lampung dari cerita beberapa anak kampus yang emang rumahnya di lampung. Kalo pandangan gue tentang lampung, ntar deh, gue ceritain di tulisan lainnya.

Balik lagi ke HMBI. Dan akhirnya, saat KMBI II terbentuklah susunan pengurus HMBI yang sangat sederhana, tapi lebih dari cukup untuk mempertahankan keberadaan HMBI. Nggak cuma itu, selain udah punya pengurus, HMBI juga ketambahan tiga anggota lain dari pulau sumatera. Yaa....jadi tambah rame....hahahaha.....
Tambah banyak yang ikutan, tambah banyak pula ide buat bisa memajukan kesejahteraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangsa (lho? Kok jadi pembukaan UUD? Beuh???)

Em,,,,,kayaknya nyampe di sini dulu deh....rapat HMM boo! Daritadi gue cekakak-cekikik kayak orang gila ditengah keseriusan rapat. Hm......

Friday, March 5, 2010

Kaderisasi HMM UB

Sabtu, harusnya weekend, lagi-lagi harus ngampus. Bener-bener dah...
Udah dibilangin nggak usah ikut organisasi, eh malah ngeyel. Pake ikut-ikutan jadi sekretaris HMM segala. Hiah....itu omongan gue beberapa bulan lalu. Hehehehe.....
Menikmati sebuah jabatan, nggak seperti menikmati semangkok mie ayam pangsit. kalo mie ayam pangsit, baru nyium aja udah terasa nikmatnya. Lha organisasi? Nyium aja ogah. Apalagi masuk. Itu yang bisa dibayangin, bahkan yang gue denger dari beberapa mulut yang emang males berorganisasi. Tapi bagi gue, ibarat udah kecebur got, ya langsung aja cari sungai yang bersih. Biar bisa menikmati kesegaran airnya. Beuh...

Sabtu yang melelahkan. Mungkin udah jadi konsekuensi semua aktivis yang ada di dalam sebuah organisasi. Termasuk harus merelakan liburannya hanya demi ngurus kegiatan yang nggak ada nilai materilnya sama sekali. Itu termasuk yang gue alami di liburan weekend kali ini. Bahkan, melebihi perkiraan gue. Tanya kenapa?
Pertama, gue harus berangkat pagi jam 8, buat ngurus acara kaderisasi HMM UB. Belum lagi ditambah ada undangan buat ikutan kegiatan senat yang juga ada hubungannya sama HMM UB. Terus, ada kegiatan futsal, dan satu lagi, ada rapat panitia eyouth yang diadain sama BEM UB. Bener-bener dah. Kaderisasi HMM mulai dari jam 8 nyampe jam 3 sore. Dan itu berarti, gue harus mendapatkan konsekuensi buat nggak dateng ke acara lainnya yang seharusnya gue datengin, karena gue punya tanggungjawab di tempat lain.

Tapi, mau gimana lagi?
Kalo udah kayak gini, teori relativitas berlaku. Mana tanggungjawab yang lebih gede, harus diutamakan. Bukan berarti gue menganggap remeh tanggungjawab yang lain, tapi, mau nggak mau, gue harus ada di tempat kaderisasi selama kegiatan itu berada. BPH merupakan penanggungjawab semua kegiatan yang diadakan oleh HMM UB. Dan kebetulan, gue jadi BPH di HMM UB. Terlebih, dua BPH yang jabatannya lebih tinggi dari gue berhalangan hadir, jadi gue harus memastikan kalau kegiatan berjalan dengan baik.

Dan alhamdulillah....
Kaderisasi HMM UB benar-benar memuaskan. bahkan, harus ada seleksi alam yang diberlakukan di sini. Peserta melebihi target. Dan itu berarti, semua anak HMM UB harus bekerja lebih keras buat mencari yang terbaik dari semua kualitas yang ada.

Kaderisasi HMM UB merupakan awal dari semua yang akan direncanakan. Sebuah perjuangan di mana generasi baru yang akan menjalankan HMM UB di masa yang akan datang akan ditentukan baik tidaknya. Bukan berarti kaderisasi menentukan segalanya. Tapi, dengan adanya kaderisasi, dapat diukur seberapa besar kualitas pemimpin masa depan Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Bakrie di masa yang akan datang.



Thursday, March 4, 2010

Ngomongin Interest Rate, sama Aturan Kalo bikin Anggaran Kantor

Jumat....
Artinya Financial Market and Institution....
Yaa....semester 4, jurusan manajemen. Cuma ngambil 18 sks, tapi udah mirip 24 sks. sama aja sibuknya. Hm....curhat mode on.
Lho? Kok jadi ngomongin si curhat? Bukannya itu....
sekarang gue lagi mo ngomongin interest rate. Yaa....terlepas dari kontroversi halal dan haram. Soalnya, mau nggak mau, anak ekonomi harus tau dan belajar apa yang disebut interest rate.
Kalo ngomongin masalah interest rate, pasti ada hubungannya sama present value...Soalnya, mau digimanain, kalo mau ngitung interest rate yang didapat, pasti harus tau dulu seberapa besar present value yang didapat.

Present value itu seperti sejumlah uang yang dimiliki oleh kita, dalam berbagai bentuk, berdasarkan data yang ada pada waktu lampau. Kayak gitu sih mungkin. Soalnya, textbook gue nggak pake bahasa Indonesia, jadi, gue males aja buka kamus buat ngartiin satu-satu. Dan alhasil, gue raba-raba aja artinya apaan. ehehe......

Waduh, baru ngomongin present value aja udah segini banyak. Beuh....kalo gitu, kebanyakan dong. Males juga kalo nulis banyak-banyak. Lagian, mending langsung to the point aja kan? hehe...oke lah kalau begitu.
Intinya tuh banyak aspek yang harus dilihat saat kita ngitung interest rate. Di interest rate sendiri juga banyak istilah yang sebenernya nggak penting-penting amat, tapi, amat bilang itu penting. Hm.....
Gini, misalnya ada yang namanya real interest rate. Itu didefinisikan sebagai nominal interest rate dikurangi tingkat inflasi yang diperkirakan.
Jadi, intinya tu interest rate yang dimaksud di sini tuh jumlah nominal yang didapat dari dana kita yang ada dalam bentuk persentase nominal.

Wednesday, March 3, 2010

Target Nikah

Ehm....
Baru liat-liat blog "orang", hehe..ya iya lah.... masa hewan? Beuh.....
Ada yang lagi mbahas kawinan. Eh salah. Maksud gue nikahan. Kalo kawin mah enaknya doang...
Kalo liat blog yang bahas nikahan, jadi inget jaman dulu masih muda. Hehe...
Jaman-jaman pas mau lulusan SMA, terus ngobrol-ngobrol sama para pemuda SMANSA yang penuh masa depan. Cowok pastinya. Tapi bukan MAHO lho! Yaa....yang diobrolin nggak lain dan nggak bukan ya masalah nikahan.
Apa yang diomongin?

Hehe...
TARGET NIKAH!!!!
Huahaha....
ada yang udah siap di usia 22. Ada yang udah siap di usia 21. Ada juga yang siap di usia 23. Ada lagi yang 25. Tapi rata-rata 24. Gue yang mana yaa? Ehm.....
Nikah...
Harus yaa?
Hihihi......kalo nggak, ntar jadi bujang tuwir dong. Terus, derita hidup tiada henti. Nonton bokep nggak ada pelampiasan. Hayoo...yang suka nonton bokep!?!?! Gue mah nggak. hehe.....
Yaa.....mana ada sih orang yang nikah nggak seneng? Apa lagi cowok. Udah ada yang bisa digandeng.
Tapi, apa semudah itu menentukan target? Gue lama-lama juga bingung. Mau target nikah muda, tapi nggak yakin udah bisa ngumpul modal di usia muda. Nggak cuma materil. Moril juga. Kalo nikah muda, terus matanya masih pengen jelalatan, yang kasihan malah istri kita dong? hehe...
Terus, kalo udah nikah, berarti tanggungjawab sebagai seorang suami mewajibkan kita juga harus bisa mencintai istri dan keluarga istri sepenuh hati. Hm.....bisa nggak yaa?
Wallahualam

 

LostPhobia - Cerita Mahasiswa Dewasa Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger