Monday, October 10, 2011

Korupsi Itu Budaya

Bismillahirrohmanirrohim...semoga tulisan ini bisa sampe kelar. :)

Baca tulisannya secara intrinsik dan ekstrinsik.


Di mana-mana juga tau kalo korupsi itu haram hukumnya. Koruptor juga tau apa yang dia lakukan sebenarnya nggak boleh dilakukan. Klise emang, kalo ngomongin soal pemberantasan korupsi. Siapapun nggak ada yang mau disalahin. Termasuk kalo ngomongin soal korupsi di Indonesia.
Kalo mau diusut tuntas, yakin deh, presiden pun bisa terindikasi melakukan korupsi. Loh? Nyatanya emang ada indikasi gitu kok. Korupsi itu budaya yang diwariskan dari jaman kerajaan dulu. Dan dari jaman SD, anak-anak sudah diajari yang namanya pelestarian kebudayan. So? Karena korupsi itu budaya, maka harus dilestarikan.
Bingung?
Ya bingung lah. Tapi nyatanya emang gitu. Praktek-praktek korupsi secara nggak sadar sudah dilakukan oleh semua kalangan di negeri ini. Mulai dari tukang becak, anak sekolahan, mahasiswa, pegawai negeri, karyawan swasta, bos perusahaan, menteri, atau pimpinan negara lainnya. Widih. Nggak bahaya tuh?
Masih ambigu ya?
Contoh gini deh. Sudah jadi rahasia umum kalo sekarang, mark up proyek yang dilakukan pemerintah pasti nggak logis. Ya, bisa dibilang anggaran buat proyek kadang memprihatinkan. Nggak sepadan sama hasil proyeknya. Contoh yang masih anget-anget tai kucing deh, tuh proyek Sea Games.Yang kasus korupsinya nyangkut kemana-mana. Mulai dari pengusaha sampe politisi, bahkan nyenggol ke menteri. Apa proyek sea games beres? Nggak kan? Ya iya lah. Duit yang harusnya buat beli material bagus, malah buat yang lain-lain. Malah katanya ada yang buat beli "apel malang" sama mantan puteri indonesia. Wahwahwah....
Wah! Itu mah kegedean!
Oke. Kasus yang lebih real. Anak kuliahan deh. Jaman organisasi, baik di BEM, atau di Himpunan, atau di apapun namanya organisasi mahasiswa. Kalo mau ngadain acara, apa iya nggak butuh duit anggaran? Pasti butuh kan? NAH! Oke. Setelah anggaran terealisasi, kegiatan terlaksana, dan ada duit sisa, duitnya mau dikemanain? Yakin deh! Pasti buat dijadiin honor pelaksana. Honor buat makan-makan panitia kek, buat souvenir kenang-kenangan panitia kek, atau apalah itu. Itu namanya bukan korupsi ya? Hm...coba tanya, itu duit siapa?
Lah? Kan panitia juga ada hak buat menikmati duit sisa. GUNDULMU!
Jadi panitia emang disuruh? Dengan keterpaksaan? Sukarela kan? Emang tujuannya jadi panitia di event kampus kayaknya buat belajar organisasi deh. Ya banter-banter buat nambah cv lah. Tapi sekarang? Malah buat proyekan pengurus organisasinya. Nggak percaya? Coba cek pertanggungjawaban organisasi di kampusnya masing-masing. Kejar transparasinya. Bandingin, berapa persen yang transparan dan yang nggak transparan.
Indikasinya, korupsi udah ada di mana-mana. Bukan cuma di proyek pemerintah. Anak kuliahan yang katanya kaum intelek juga bisa korupsi.
Terus, mahasiswa yang teriak-teriak di KPK gimana?
Yah, coba dites. Pengetahuan mereka tentang undang-undang korupsi itu gimana? 10 orang aja. Pasti 6 dari 10 orang bakalan bilang sok tau soal korupsi. Dan yah, asal ikut aja. Intinya sih gitu.
KORUPSI ITU BUDAYA!
Nah lo! Mampus kan ni negara?
Terus? Negara ini udah nggak bakalan ada harapan dong?
Ya iya lah. Emang orang-orang yang jadi pentolan negara sekarang pengennya gitu. Pengennya melanggengkan pemerintahan, dengan melestarikan budaya yang harusnya nggak dilestarikan. Rakyat diajak secara nggak langsung korupsi berjamaah, dari kelas teri sampe kelas kakap. Tujuannya, biar sama-sama nggak peduli sama korupsi. Ya, seenggaknya biar bisa ada yang disandiwarakan.
Jadi, apa korupsi bakalan bisa dihentikan?
Jawabannya nggak. Pasti bakalan melaten ke semua penjuru negara. Yang bisa dilakuin sekarang adalah kesadaran. Yah. susah emang kalo udah ngomong sama hal-hal normatif.
Balik lagi ke diri sendiri. Kebanyakan nonton sandiwara di TV-TV yang katanya mengedepankan berita faktual itu juga nggak baik. Lebih baik menilai diri sendiri dulu, apa bener kita nggak korup, sebelum menilai orang lain.

0 ocehan:

 

LostPhobia - Cerita Mahasiswa Dewasa Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger