Awal dari Suatu Cerita

Bookmark and Share
Ini dunia mahasiswa. Ini dunia yang harusnya bisa membuka mata semua kalangan, kalau dunia mahasiswa itu dunia perjuangan. Seperti ikan salmon yang berjuang di dua alam air, dunia mahasiswa adalah dunia yang berjuang di dua alam, alam akademik dan alam realita. Semuanya itu bisa menjadi bahan cerita.

Secangkir kopi, secarik kertas, sebatang pena, sepasang kaca, dan jari yang menari.

Inilah kisah mimpi, semoga terealisasi. Bukan untuk menginspirasi, apalagi untuk menonjolkan suatu eksistensi. Tapi hanya ingin menunjukkan bahwa cerita itu bisa bicara. Bicara tentang suatu dunia.

Secangkir kopi,
Ini kawan pertama. Pernah kudengar tentang filosofi kopi "modern" dari seseorang dalam sebuah forum diskusi.

Cara membuat kopi jaman sekarang bisa menentukan apakah seseorang mau enaknya saja, apa mau berjuang untuk menciptakan cita rasa dalam kehidupan. Kenapa? Karena cara membuat kopi sekarang bisa dibedakan menjadi dua. Dengan kopi instan, atau dengan kopi konvensional. Dengan kopi instan, orang hanya perlu menuangkan sebungkus kopi yang lengkap dengan takaran standar produksi. Sedangkan dengan kopi konvensional, orang harus menakar sendiri seberapa banyak bubuk kopi, gula, dan susu jika diperlukan untuk mencipkatakan cita rasa kopi yang diinginkan.

Hasilnya, tentu saja berbeda. Cita rasa kopi instan akan sama rasanya sesuai standar. Sedangkan cita rasa kopi konvensional memerlukan skill tersendiri untuk membuatnya sesuai dengan keinginan lidah. Hanya sekali bisa? Tentu tidak. Lidah dan tangan tidak bisa disatukan hanya dengan membalikkan telapak tangan.


Secarik kertas,
Tumpukkan lembaran, lalu diambil selembarnya untuk memulai suatu goresan. Terlalu konvensional memang jika di jaman secanggih ini, kertas masih menjadi bahan utama untuk bercerita. Namun, itulah seninya. Kertas bisa menjadi bukti otentik suatu perjuangan.
Bisa dibilang, secarik kertas ini adalah suatu landasan. Landasan untuk menjabarkan kata demi kata yang akan diceritakan sebagai suatu langkah awal. Tanpa adanya landasan, rasanya akan sangat sulit, dan tak mungkin cerita akan berlanjut.

Sebatang pena,
Menari-nari di atas secarik kertas, menggoreskan mata pena ke atas kertas, dan mengucurkan tinta yang ada di dalamnya, membentuk huruf demi huruf alfabetik yang bisa dibaca oleh semua kalangan. Bisa dibaca oleh semua kalangan. Sekali lagi. Bisa dibaca oleh semua kalangan. Akan sangat percuma jika goresan antara mata pena dengan secarik kertas hanya bisa dibaca oleh kalangan tertentu. Tidak universal, itu kata lainnya.
Cerita ini bukan cerita untuk suatu sekte, aliran, suku, ras, agama, atau golongan tertentu. Ini cerita yang bisa dibaca oleh semua kalangan. Goresan alfabetik itulah yang nantinya akan menentukan.

Sepasang kaca,
Seiring berjalannya waktu, atau mungkin, sudah menjadi suratan takdir jika ternyata mata tak selamanya bisa melihat secara normal. Itu yang terjadi sekarang, dan bantuan sepasang kaca berdimensi minus satu untuk membantu mata melihat secara normal sudah terpasang. Semuanya untuk melihat, dan nantinya mentranformasikan penglihatan itu ke dalam suatu cerita yang tertulis. Mata, dan kaca mata. Minus, dan non minus. Dalam cerita tentu ada yang demikian. Tidak selamanya suatu cerita akan berjalan dengan skema yang normal. Perlu ada dinamika yang berjalan, dan dinamika itu salah satunya adalah dinamika minus.

Jari yang menari,
Terakhir, ceritanya akan ditentukan oleh jari yang menari. Jari yang akan selalu menggoyangkan kata demi kata, membantu mata membaca tulisan yang tergores di secarik kertas oleh sebatang pena, dan menorehkannya ke dalam layar netbook yang sudah hampir mencapai usianya yang ke empat. Sama seperti usiaku yang sudah hampir melangkah mendekati ke angka empat di suatu almamater ini. Almamater yang mendewasakan orang yang belum dewasa. Harusnya seperti itu.

Secangkir kopi, secarik kertas, sebatang pena, sepasang kaca, dan jari yang menari
Semuanya terkombinasi dalam suatu retorika yang akan bercerita. Dan semua cerita itu harusnya akan terselesaikan. Semoga saja.

Related post



{ 0 ocehan... Views All / Send Comment! }