Politik, Inspirasi, Pemuda Target Potensial

Bookmark and Share
Ps : Kalo nggak mau baca dari awal sampe akhir, mending jangan baca. Daripada ntar dapat menimbulkan kesalahpahaman. :) Satu lagi, ini bukan konteks global. Tapi nasional. 



"Politik adalah salah satu media untuk menciptakan kesejahteraan sosial"

Seperti quotes di atas, sampai saat ini gw percaya kalo yang namanya politik adalah salah satu media yang bisa menciptakan kesejahteraan sosial. Bukan sesuatu yang mutlak. Makannya gw nggak bilang satu-satunya, tapi salah satu. Dengan adanya politik, orang bisa memiliki "power" untuk menciptakan suatu kebijakan. Nah, sekarag tergatung power yang digunakan itu, apakah bisa membuat kebijakan yang pro terhadap kesejahteraan lingkungannya atau malah justru buat kepentingan golongan dan pribadinya saja.
Jadi, kadang gw sering senyum-senyum sendiri pas baca tulisan orang, update status, tweet, atau ngomong langsung sama orang, dan orang itu bilang,"Gue paling nggak suka sama politik. Politik itu bulshit".
Kenapa gw malah senyum? Yaa...karena mungkin yang bilang politik itu bulshit sedang khilaf, atau malah belum mengerti apa yang dinamakan sebagai politik itu sendiri. Mungkin yang lebih pantas dibilang bulshit itu bukan politiknya, tapi orang yang saat ini sedang berada di dunia politik, alias "politikus". Nah, kalo ngomongin politikus, terlebih di Indonesia, negara yang demokrasi sangat dijunjung tinggi ini (katanya sih gitu), politikus memang kebanyakan bulshit. Kebanyakan lho ya! Artinya sebagian besar. Dan artinya lagi, sebagian kecilnya masih ada yang nggak bulshit. :) 
Kalo ada yang tanya,"Heh yam! kok lo berani bilang kalo politikus Indonesia sebagian besar bulshit?" 
Jawaban gw simpel, kalo emang politikus nggak bulshit, setidaknya media Internasional yang namanya Reuters nggak bakalan dapet foto Anak Sekolahan yang gelantungan di jembatan, nyeberang kali antar desa di Lebak, Banten, demi bersekolah. Hm...intermezo dikit, aneh juga ya, ada Anak Sekolahan di Banten gelantungan susah payah demi jalan ke sekolahnya. Padahal, wakil gubernurnya yang sekarang dulu pernah jadi pemeran Si Doel Anak Sekolahan. Hihihi....mungkin benar kalo ada asumsi bahwa "Panggung drama tidak bisa mutlak disamakan dengan dunia nyata"
Oke. Balik lagi ke topik. Ini gw lagi bicara soal politik ya....
Beberapa hari yang lalu, gw baca kultwit akun "anonim" tentang cara sebuah partai untuk mendapatkan suara dari kaum muda. Sepintas, gw kurang percaya sih. Tapi, pas gw cek di google, tentang ormas yang terintegerasi langsung sama partai itu, dan event yang saat ini sedang digandrungi oleh kaum muda yang mengusung tema "Mengganti untuk menjadi lebih baik" (kalo kata temanya gw miripin, ntar bisa ketebak), kok ada sesuatu yang mirip ya? 
"Mirip gimana Yam?
Gini, dari halaman 1 hasil pencarian google, dapat dilihat bahwa ada integerasi antara member yang ada di ormas yang langsung di bawah partai politik itu dengan keikutsertaan beberapa member di event "perubahan" itu. Maksudnya? Yaa...sederhananya, banyak member ormas yang ikutan di acara itu. Hehe? Sama-sama mbingungin ya kalimat gw? Hahaha....gw sendiri juga bingung. :p
Oke. Masih kurang meyakinkan. Gw klik salah satu website yang katanya bikinan mahasiswa sebuah kampus besar. :) 
Website tersebut memuat aktivitas ormas yang gw bilang tadi. Dan....hm...ternyata di website itu juga memuat tentang event yang gw bilang tadi di atas.
Hm....mungkin ini kasus kebetulan. Iya. Gw juga menduganya seperti itu. Semoga saja. :)
Tapi intinya yang pengen gw omongin adalah....

"Berpolitik itu sah-sah saja. Asal jangan nanggung. Dan harus tau tujuannya apa"

Gini deh, kalo lo masuk organisasi, terus lo nggak tau visi misi organisasi itu, terus lo nggak ngerti siapa orang yang ada di dalem organisasi itu secara menyeluruh, itu sama aja lo bakalan jadi mangsa potensial bagi organisasi itu. Maksudnya, lo dengan mudah bisa dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu. Sukur-sukur kalo kepentingan itu baik. Tapi kalo nggak?
Oke. Kayaknya udah kepanjangan deh gw nulisnya. Mending to the point aja kayaknya deh....
Intinya satu. 

"Gw bangga kalo pemuda di Indonesia sudah peduli dengan politik. Apalagi kalau pemuda itu nggak cuma beropini dari A sampai Z, tapi ada wujud nyata yang bisa dikasih ke lingkungannya. Nggak usah muluk-muluk"

Yang diperlukan itu kan? Kesejahteraan yang merata? Percuma kalo kita eksis dengan berbagai slogan dan tagline yang diangkat, tapi masih banyak orang yang nggak merasa mendapat dampak nyata dari slogan kita. Misalnya gini deh yang gampang, dulu SBY mengangkat slogan STOP KORUPSI, tapi faktanya, kroni-kroninya dia yang tersengat kasus korupsi. Hehehe...untunglah SBY bukan pemuda. :)
Masih berkaitan dengan penyampaian gw di atas,

"Kenali dulu organisasi yang kamu ikuti. Jangan cuma ikut-ikutan."

Nggak kenal ya nggak sayang. nggak bisa juga keluar cinta yang tulus nantinya. Jadinya cuma cinta monyet. Nah lo? Cinta buta juga bisa dong? Bisa. Apalagi kalo kenalannya cuma setengah-setengah. Udah terlanjur cinta, tapi malah cuma diporotin. Ini mirip banget nih kayak modusnya NII pas lagi cari mangsa para pemuda pemudi yang haus akan ilmu agama. Eh malah diisengin dengan iming-iming surga. hehe....

"Terinspirasi itu suatu hal yang lumrah."

Gw sering terinspirasi sama orang tak terduga. Pernah gw terinspirasi pas lagi makan soto, terus ada orang gila masuk ke warung soto itu dan minta rokok ke gw. Dia bilang,"Rokok itu mempercepat hidup saya mas. Daripada hidup saya nggak berguna di bumi". Nah, intinya apa? Rokok itu berguna buat mempercepat hidup. Orang gila itu sadar hidupnya sudah nggak berguna. Jadi lebih baik mati pelan-pelan. Hihihi....
Sekarang udah lagi banyak model nih yang menginspirasi. Tapi inspirator itu kan nggak sepenuhnya sempurna. Jadi, ikuti aja pepatah "Jangan liat siapa yang ngomong, tapi fokus ke omongannya". 
Tapi susah kan? Kebanyakan dari kita lebih terinspirasi sama para "tokoh". Bayangin kalo orang gila bilang,"Hidup itu perjuagan. Jangan kau sia-siakan hidupmu." Pasti bakal diketawain. Tapi kalo yang bilang kayak gitu Mario Teguh? Artis Choki Sihombing? Atau orang-orang beken lainnya? Pasti banyak yang bilang.... "Inspiriiiiiingggg....."
Eh...udah kepanjangan ya gw nulis?
Haduh....esensinya udah masuk belum ya? 
Semoga aja sih ada hikmah yang bisa didapat dari tulisan ini. Menginspirasi orang adalah hal yang membanggakan. Tapi percuma jika inspirasi itu hanya berimbas pada golonganmu sendiri.
Contoh simpelnya, lo punya anggaran 100 ribu per bulan buat ikut seminar motivasi. Nah, sekarang lo lebih milih mana, lo pake duit lo itu buat dateng ke seminar tiap bulan, atau lo pake duit lo buat nyekolahin 1 anak jalanan yang nggak bisa lanjut sekolah ke SD/SMP/SMA karena susah dapet duit 100 ribu? 
Udahan dulu ah. Semoga bisa bermanfaat bagi yang membacanya. 

"Mari berlomba-lomba untuk berpolitik yang baik, dan transparan"

Related post



{ 0 ocehan... Views All / Send Comment! }